Hamas Tiba-tiba Melunak, Setuju Solusi 2 Negara untuk Akhiri Konflik Israel-Palestina
Jum'at, 26 April 2024 - 08:32 WIB
"Hamas akan menyetujui Negara Palestina yang berdaulat penuh di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan pemulangan pengungsi Palestina sesuai dengan resolusi internasional di sepanjang perbatasan Israel sebelum tahun 1967," katanya.
Akibat Perang Enam Hari antara Israel dan koalisi negara-negara Arab, negara Yahudi menduduki Tepi Barat, Gaza, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan wilayah lainnya.
Menurut al-Hayya, jika solusi dua negara tercapai, sayap militer Hamas; Brigade al-Qassam, akan bubar.
Al-Hayya selama ini mewakili Hamas dalam gencatan senjata dan perundingan pertukaran tahanan dengan Israel yang kini terhenti.
“Semua pengalaman orang-orang yang melawan penjajah, ketika mereka merdeka dan memperoleh hak-hak dan negaranya, apa yang dilakukan kekuatan-kekuatan ini? Mereka berubah menjadi partai politik dan kekuatan tempur mereka berubah menjadi tentara nasional,” jelas al-Hayya menguraikan nasib Hamas dan sayap militernya ke depan jika solusi dua negara tercapai.
Menurut laporan AP, tidak mungkin Israel akan mempertimbangkan skenario seperti itu karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk terus memerangi Hamas sampai Hamas benar-benar musnah. Netanyahu juga telah berulang kali menentang berdirinya Negara Palestina yang berdaulat.
Akibat Perang Enam Hari antara Israel dan koalisi negara-negara Arab, negara Yahudi menduduki Tepi Barat, Gaza, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan wilayah lainnya.
Menurut al-Hayya, jika solusi dua negara tercapai, sayap militer Hamas; Brigade al-Qassam, akan bubar.
Al-Hayya selama ini mewakili Hamas dalam gencatan senjata dan perundingan pertukaran tahanan dengan Israel yang kini terhenti.
“Semua pengalaman orang-orang yang melawan penjajah, ketika mereka merdeka dan memperoleh hak-hak dan negaranya, apa yang dilakukan kekuatan-kekuatan ini? Mereka berubah menjadi partai politik dan kekuatan tempur mereka berubah menjadi tentara nasional,” jelas al-Hayya menguraikan nasib Hamas dan sayap militernya ke depan jika solusi dua negara tercapai.
Menurut laporan AP, tidak mungkin Israel akan mempertimbangkan skenario seperti itu karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk terus memerangi Hamas sampai Hamas benar-benar musnah. Netanyahu juga telah berulang kali menentang berdirinya Negara Palestina yang berdaulat.
Lihat Juga :