Sekjen Stoltenberg: Negara-negara NATO Miliki Personel Militer di Ukraina

Senin, 22 April 2024 - 10:41 WIB
Komentarnya muncul setelah juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Pat Ryder mengatakan kepada majalah Politico bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan lebih banyak penasihat ke kedutaan besarnya di Kyiv.

Menurut laporan Politico, penasihat tambahan tersebut dapat ditugaskan untuk menangani logistik dan membantu pemeliharaan sistem persenjataan yang dipasok AS.

Meskipun Presiden Prancis Emmanuel Macron dan beberapa pemimpin Eropa lainnya menolak untuk mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan tempur NATO ke Ukraina di masa depan, aliansi tersebut sejauh ini menyatakan bahwa mereka bukanlah peserta langsung dalam konflik Rusia-Ukraina.

Paket bantuan senilai hampir USD61 miliar yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada hari Sabtu merupakan kabar baik."Namun penundaan memiliki konsekuensi nyata di medan perang," kata Stoltenberg.

“Ukraina kini telah kalah persenjataan selama berbulan-bulan," paparnya.

Rancangan undang-undang (RUU) bantuan AS yang sangat dibutuhkan, termasuk uang untuk pembelian senjata untuk Ukraina, masih tertahan di DPR selama berbulan-bulan karena perselisihan politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!