Meski Bermusuhan, Assad Akui Suriah Lakukan Pertemuan dengan AS

Senin, 22 April 2024 - 09:49 WIB
“Amerika saat ini secara ilegal menduduki sebagian tanah kami...tapi kami bertemu dengan mereka dari waktu ke waktu, meskipun pertemuan ini tidak menghasilkan apa-apa,” kata Assad dalam sebuah perbincangan dengan seorang pejabat pro-Rusia dari wilayah Abkhazia yang memisahkan diri dari Georgia, yang diterbitkan oleh kantor berita SANA.

Assad tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang siapa yang terlibat dalam pertemuan tersebut, atau apa yang dibahas.

“Selalu ada harapan: bahkan ketika kita tahu tidak akan ada hasil, kita harus mencobanya,” katanya ketika ditanya tentang kemungkinan memperbaiki hubungan Suriah dengan Barat, seperti dikutip AFP, Senin (22/4/2024).

Setelah perang saudara pecah di Suriah, Amerika Serikat memberlakukan serangkaian sanksi terhadap rezim Assad—yang telah menjadi negara paria di mata Barat pada masa pemerintahan ayah Assad, Hafez.

Pada tahun 2020, undang-undang AS yang dikenal sebagai Caesar Act mulai berlaku yang menghukum perusahaan mana pun yang bekerja dengan Assad.

Caesar Act, yang disertai dengan serangkaian sanksi AS terhadap warga Suriah yang dekat dengan Assad, bertujuan untuk memaksakan akuntabilitas atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan mendorong solusi politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!