Soyuz, Pesawat Ruang Angkasa Rusia Saingan Crew Dragon AS

Selasa, 18 Agustus 2020 - 02:00 WIB
Sedangkan kompartemen orbital yang sedikit lebih luas, menjadi tempat tinggal kosmonaut saat berada di orbit. Selain itu, kompartemen ini juga menampung kargo yang akan dikirimkan ke ISS dan tempat perangkat sanitas berada. Untuk menggunakan toilet, para kosmonot harus membaca buku panduan yang sangat tebal karena pengoperasiannya benar-benar tidak mudah sama sekali.

(Baca: Pentingnya Menjaga Iffah di Zaman Penuh Fitnah )

Pesawat ruang angkasa ini telah dimodernisasi selama bertahun-tahun, sebagian besar pada bagian dalam, terutama elemen kontrol. Menurut sejumlah pengakuan astronot, berada di dalam pesawat ini benar-benar tidak nyaman.

"Ketika pertama kali saya menjalani pelatihan Soyuz, saya melihat rekan Amerika saya meminum obat penghilang rasa sakit. Saya bertanya mengapa dia melakukannya, dan dia menjawab 'kamu akan mengetahuinya nanti,'" ujar Andre Kuipers, astronaut Belanda dari Badan Luar Angkasa Eropa, seraya mengakui bahwa dia memang mengalami banyak masalah dengan lututnya dan merasa tidak nyaman.

Terlepas dari ketidaknyamanannya, Soyuz adalah benteng terakhir Roscosmos di pasar peluncuran luar angkasa. Secara teori, Soyuz akan digantikan dengan pesawat ruang angkasa 'Federatsiya'. Pesawat yang baru berganti nama dari 'Orel' pada tahun lalu itu jauh lebih luas dan berkapasitas enam orang. Namun, pesawat yang dikembangkan sejak 2009 itu masih belum selesai hingga kini.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!