FBI: Hacker China Bidik Infrastruktur Strategis AS

Sabtu, 20 April 2024 - 19:30 WIB
Baca Juga: Serangan Udara Israel ke Rafah, Tewaskan 9 Orang, Termasuk 6 Anak-anak

Tuduhan Wray muncul ketika juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menekankan pada hari Senin bahwa kelompok peretas Volt Typhoon adalah organisasi penjahat dunia maya ransomware tanpa latar belakang dukungan negara atau regional.

Lin juga mencatat pada saat itu bahwa semua orang tahu bahwa AS adalah sumber serangan siber terbesar dan ancaman terbesar terhadap keamanan siber.

Secara terpisah, Kedutaan Besar China di Washington mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “beberapa pihak di AS telah menggunakan penelusuran asal-usul serangan siber sebagai alat untuk menyerang dan menjebak Tiongkok, mengklaim AS sebagai korban, sementara yang terjadi sebaliknya, dan mempolitisasi masalah keamanan siber.”

Wray berspekulasi bahwa upaya peretasan tersebut terkait dengan ketegangan AS-Tiongkok di sekitar Taiwan, sebuah pulau dengan pemerintahan sendiri yang dianggap oleh China sebagai bagian dari wilayahnya sendiri.

Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional (CVERC) China telah membuat laporan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!