Dubai Dilanda Banjir Bandang, Mobil-mobil Tenggelam hingga Mal Tergenang

Rabu, 17 April 2024 - 20:06 WIB


Beberapa laporan mengutip para ahli meteorologi di Pusat Meteorologi Nasional yang mengatakan bahwa mereka menerbangkan enam hingga tujuh penerbangan penyemaian awan sebelum hujan turun. Data pelacakan penerbangan yang dianalisis oleh The Associated Press menunjukkan satu pesawat yang berafiliasi dengan upaya penyemaian awan UEA terbang di sekitar negara itu pada hari Senin.

The National sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang terkait dengan pemerintah di Abu Dhabi, mengutip seorang pejabat anonim di pusat tersebut pada hari Rabu yang mengatakan bahwa tidak ada penyemaian awan yang terjadi pada hari Selasa tanpa mengakui adanya penerbangan sebelumnya.

UEA, yang sangat bergantung pada pabrik desalinasi yang haus energi untuk menyediakan air, melakukan penyemaian awan sebagian untuk meningkatkan air tanah yang semakin menipis dan terbatas. Para ilmuwan juga mengatakan bahwa perubahan iklim secara umum bertanggung jawab atas badai ekstrim, kekeringan, banjir dan kebakaran hutan yang lebih intens dan lebih sering terjadi di seluruh dunia.

Menyitir APNews, hujan mulai turun pada Senin malam, membasahi pasir dan jalan raya Dubai dengan curah hujan sekitar 20 milimeter (0,79 inci), menurut data meteorologi yang dikumpulkan di Bandara Internasional Dubai.

Badai semakin intensif sekitar pukul 9 pagi waktu setempat pada hari Selasa dan terus berlanjut sepanjang hari, mencurahkan lebih banyak hujan dan hujan es ke kota yang kewalahan. Hujan tersebut memaksa Bandara Internasional Dubai, yang merupakan salah satu yang tersibuk di dunia, untuk menangguhkan operasi selama 25 menit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!