Terlalu Banyak Kecewa dan Putus Asa, Generasi Muda Makin Konservatif

Jum'at, 12 April 2024 - 18:40 WIB
Di seluruh dunia, “perasaan putus asa, kekecewaan masyarakat dan pemberontakan terhadap nilai-nilai kosmopolitan sebagian menjelaskan munculnya partai-partai radikal sayap kanan anti kemapanan”, kata Lampert, mengutip pemilu di beberapa negara Eropa.

Algoritme media sosial memperbesar tren ini dengan menarik "laki-laki muda yang cukup konservatif ke arah panutan dan pandangan dunia laki-laki konservatif yang lebih ekstrem dan radikal".

Baca Juga: Agen Mossad Ini Tetap Mengaku Tak Bersalah setelah Ditangkap Otoritas Malaysia karena Menjual 6 Pistol

Laporan ini juga menyoroti perbedaan tajam antara remaja putra dan remaja putri di dunia.

Keduanya mengkhawatirkan prospek karier, keamanan finansial, dan pendidikan, namun meski laki-laki berusia 18-24 tahun melampaui laki-laki berusia 55-70 tahun sebagai kelompok yang paling konservatif secara sosial, perempuan berusia 18-24 tahun menjadi lebih liberal dan anti-patriarkal.

Pada skala dimana 1 mewakili kelompok paling konservatif dan 5 mewakili kelompok paling liberal, perempuan berusia 18-24 tahun di seluruh dunia naik dari 3,55 pada tahun 2014 menjadi 3,78 pada tahun 2023 - keduanya merupakan angka tertinggi untuk semua kelompok umur.

Laki-laki pada usia yang sama berpindah dari 3,29 ke 3,36. Dan di AS, laki-laki berusia 18-34 tahun menjadi kurang liberal, turun dari 3,48 menjadi 3,46.

“Secara global, perempuan muda kemungkinan besar merupakan kelompok paling liberal dalam sejarah umat manusia,” kata laporan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!