Israel Bantai 7 Pekerja Bantuan Kemanusiaan di Gaza, Netanyahu Enteng Jawab Tak Sengaja

Rabu, 03 April 2024 - 07:43 WIB
Dia menjelaskan, “Kita seharusnya tidak menghadapi situasi di mana orang-orang yang hanya berusaha membantu sesamanya justru menghadapi risiko besar.”

AS merupakan pemasok utama senjata Israel yang digunakan dalam genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Washington diam-diam terus memasok ribuan bom dan jet tempur untuk pasukan kolonial Zionis.

Militer Israel (IDF) mengatakan pihaknya sedang melakukan tinjauan menyeluruh di tingkat tertinggi untuk memahami keadaan yang disebutnya sebagai insiden tragis, dan berjanji akan melakukan penyelidikan oleh “badan independen, profesional, dan ahli”.

Israel berada di bawah tekanan internasional yang meningkat untuk meringankan kelaparan parah di Gaza, yang telah hancur akibat berbulan-bulan memerangi kelompok Palestina, Hamas.

Sebagian besar wilayah yang berpenduduk padat telah terbengkalai dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya mengungsi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok internasional lainnya menuduh Israel menghalangi distribusi bantuan dengan hambatan birokrasi dan gagal menjamin keamanan konvoi makanan.

Israel juga menembaki para pengungsi yang mencari bantuan. Hal itu dibuktikan pada tanggal 29 Februari, yang menewaskan sekitar 100 orang saat mereka menunggu pengiriman bantuan.

Hamas mengatakan masalah utama distribusi bantuan adalah Israel menargetkan pekerja bantuan.

Setelah insiden terakhir, Hamas mengatakan serangan itu bertujuan meneror para pekerja lembaga kemanusiaan internasional, sehingga menghalangi mereka menjalankan misi mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!