5 Dilema Pemilu Slovakia antara Rusia dan Barat

Senin, 25 Maret 2024 - 21:50 WIB
Foto/Reuters

“Ada banyak sekali saluran disinformasi. Ada begitu banyak agen bayaran, propaganda, sehingga Slovakia terkontaminasi dengan berita palsu,” ujar jurnalis dan aktivis Dennik N Michal Hvorecky mengatakan kepada Al Jazeera.

“Sebagian besar berita palsu ini berhubungan dengan perang Rusia di Ukraina, situasi di Donbas, demokrasi Ukraina, terutama kebencian terhadap Barat,” kata Hvorecky.

Ketika komunisme runtuh di Eropa, Slovakia segera bergabung dengan UE dan NATO, bersama dengan negara-negara bekas tetangganya, Soviet, menjadi anggota kedua organisasi tersebut pada tahun 2004. Rusia menginvasi Ukraina karena menginginkan pilihan yang sama.INTERAKTIF-ekspansi-NATO- Swedia-Maret-24

5. Netral Menjadi Pilihan



Foto/Reuters

“Pada tahun 1968 kami diduduki oleh setengah juta tentara Soviet. Sekarang, 50 persen masyarakat Slovakia akan mengatakan kepada Anda, kami bukan bagian dari Barat, kami bukan bagian dari Timur, kami berada di antara keduanya,” kata Hvorecky.

“Kita cenderung lupa bahwa banyak orang merasa diri mereka sebagai pecundang dalam transformasi. Jauh setelah hal ini terlupakan 30-40 tahun yang lalu, mereka akan memberi tahu Anda bahwa ada lebih banyak stabilitas, ada lebih banyak keamanan,” katanya.

Perdana Menteri Fico yang anti-liberal dan mantan hakim Harabin berasal dari generasi mantan komunis, dan partai Smer dan Hlas sebagian besar dibangun berdasarkan bakat politik era Soviet.

Generasi muda merasakan hal yang berbeda.

Simulasi pemilu yang dilaksanakan di 180 sekolah menengah di seluruh negeri pada minggu ini menunjukkan bahwa masyarakat yang terlalu muda untuk memilih pada hari Sabtu akan memilih Korcok pada putaran pertama dengan perolehan 57 persen suara.

Pellegrini dan Harabin masing-masing mendapat 15 persen dan 10 persen.

Selain simpati terhadap narasi Kremlin dan kerinduan generasi terhadap masa lalu, Slovakia menderita secara ekonomi akibat perang Ukraina.

Negara ini adalah salah satu dari segelintir negara Eropa Timur yang terkurung daratan, bersama dengan Austria, Hongaria, dan Republik Ceko, yang tidak dapat dengan mudah menggantikan minyak pipa Rusia ketika UE melarangnya pada bulan Desember 2022.

Dukungan Slovakia terhadap sanksi energi terhadap Rusia termasuk yang terendah di UE.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!