Macron Buka Opsi Kerahkan Pasukan Eropa ke Ukraina agar Rusia Kalah
Selasa, 27 Februari 2024 - 14:11 WIB
Macron mengundang rekan-rekannya dari Eropa ke istana Elysee untuk menghadiri pertemuan yang diatur secara tergesa-gesa guna membahas cara meningkatkan pasokan amunisi ke Ukraina di tengah apa yang menurut para penasihatnya merupakan peningkatan agresi Rusia selama beberapa minggu terakhir.
Setelah keberhasilan awal dalam memukul mundur tentara Rusia, Ukraina mengalami kemunduran di medan perang timur, dan para jenderalnya mengeluhkan kekurangan senjata dan tentara.
Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, yang menentang bantuan militer ke Ukraina, mengatakan beberapa anggota NATO dan Uni Eropa sedang mempertimbangkan pengiriman tentara ke Ukraina secara bilateral.
“Saya bisa pastikan ada negara-negara yang bersedia mengirimkan pasukannya sendiri ke Ukraina, ada negara-negara yang mengatakan tidak akan pernah, di antaranya Slovakia, dan ada negara-negara yang mengatakan usulan ini perlu dipertimbangkan,” katanya.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, yang merupakan kandidat terdepan untuk menjadi sekretaris jenderal NATO berikutnya, mengatakan kepada wartawan bahwa masalah pengiriman pasukan tidak menjadi fokus pembicaraan kemarin.
Berbicara kepada para pemimpin melalui tautan video, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendukung peringatan Macron tentang eskalasi konflik: “Kita harus memastikan bahwa Putin tidak dapat menghancurkan pencapaian kita dan tidak dapat memperluas agresinya ke negara lain.”
Macron berkata: “Banyak orang yang mengatakan ‘Tidak pernah, tidak pernah’ saat ini adalah orang-orang yang sama yang mengatakan ‘tidak pernah menggunakan tank, tidak pernah menggunakan pesawat, tidak pernah menggunakan rudal jarak jauh’ dua tahun lalu."
Setelah keberhasilan awal dalam memukul mundur tentara Rusia, Ukraina mengalami kemunduran di medan perang timur, dan para jenderalnya mengeluhkan kekurangan senjata dan tentara.
Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, yang menentang bantuan militer ke Ukraina, mengatakan beberapa anggota NATO dan Uni Eropa sedang mempertimbangkan pengiriman tentara ke Ukraina secara bilateral.
“Saya bisa pastikan ada negara-negara yang bersedia mengirimkan pasukannya sendiri ke Ukraina, ada negara-negara yang mengatakan tidak akan pernah, di antaranya Slovakia, dan ada negara-negara yang mengatakan usulan ini perlu dipertimbangkan,” katanya.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, yang merupakan kandidat terdepan untuk menjadi sekretaris jenderal NATO berikutnya, mengatakan kepada wartawan bahwa masalah pengiriman pasukan tidak menjadi fokus pembicaraan kemarin.
Berbicara kepada para pemimpin melalui tautan video, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendukung peringatan Macron tentang eskalasi konflik: “Kita harus memastikan bahwa Putin tidak dapat menghancurkan pencapaian kita dan tidak dapat memperluas agresinya ke negara lain.”
Macron berkata: “Banyak orang yang mengatakan ‘Tidak pernah, tidak pernah’ saat ini adalah orang-orang yang sama yang mengatakan ‘tidak pernah menggunakan tank, tidak pernah menggunakan pesawat, tidak pernah menggunakan rudal jarak jauh’ dua tahun lalu."
Lihat Juga :