AS Desak Mahkamah Internasional Tak Menentang Pendudukan Israel di Palestina
Kamis, 22 Februari 2024 - 17:01 WIB
Menjelang kesaksian AS, Duta Besar Rusia untuk Belanda Vladimir Tarabrin berpendapat serangan Hamas pada 7 Oktober “tidak dapat membenarkan hukuman kolektif terhadap lebih dari 2 juta warga Gaza.”
“Kami tidak dapat menerima logika para pejabat di Israel dan beberapa negara Barat yang mencoba membela kekerasan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dengan mengacu pada tugas Israel untuk melindungi warga negaranya,” ujar dia.
Baca juga: Arab Saudi: Tidak Ada Negara yang Bela Israel di ICJ karena Tindakannya
Seorang asisten hukum Kementerian Luar Negeri Mesir Jasmine Moussa juga mengecam “penghancuran besar-besaran yang dilakukan Israel terhadap Gaza,” serta “pengepungan dan blokade” yang sedang berlangsung.
Israel pertama kali menduduki Tepi Barat dan Gaza setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967.
Meskipun pasukan Israel tetap mempertahankan kehadirannya di wilayah tersebut sejak saat itu, para pejabat memerintahkan penarikan diri dari Gaza pada tahun 2005.
Israel memberlakukan blokade ketat di daerah kantong tersebut, berdalih serangan roket lintas batas dan ancaman lain yang datang dari Hamas.
“Kami tidak dapat menerima logika para pejabat di Israel dan beberapa negara Barat yang mencoba membela kekerasan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dengan mengacu pada tugas Israel untuk melindungi warga negaranya,” ujar dia.
Baca juga: Arab Saudi: Tidak Ada Negara yang Bela Israel di ICJ karena Tindakannya
Seorang asisten hukum Kementerian Luar Negeri Mesir Jasmine Moussa juga mengecam “penghancuran besar-besaran yang dilakukan Israel terhadap Gaza,” serta “pengepungan dan blokade” yang sedang berlangsung.
Israel pertama kali menduduki Tepi Barat dan Gaza setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967.
Meskipun pasukan Israel tetap mempertahankan kehadirannya di wilayah tersebut sejak saat itu, para pejabat memerintahkan penarikan diri dari Gaza pada tahun 2005.
Israel memberlakukan blokade ketat di daerah kantong tersebut, berdalih serangan roket lintas batas dan ancaman lain yang datang dari Hamas.
Lihat Juga :