Taliban Boikot Pertemuan yang Disponsori PBB di Qatar
Selasa, 20 Februari 2024 - 22:15 WIB
PBB juga tidak mengakui otoritas kelompok Taliban atas Afghanistan.
Selama konferensi pers pada Senin, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menolak tuntutan Taliban dan menyebutnya “tidak dapat diterima.”
“Syarat ini membuat kita tidak mempunyai hak untuk berbicara dengan perwakilan masyarakat Afghanistan lainnya dan menuntut perlakuan yang sebagian besar serupa dengan pengakuan,” tegas Guterres.
Baca juga: Anak Perempuan Palestina Kelaparan hingga Tewas di Kota Gaza
Dia meminta Taliban mencabut pembatasan akses perempuan terhadap pendidikan dan pekerjaan, sebagai salah satu langkah menuju pengakuan potensial.
Taliban bersikukuh status perempuan hanyalah urusan rumah tangga. Dalam pernyataan yang dibuat sebelum pertemuan tersebut, Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyatakan negaranya “tidak dapat dipaksa oleh siapa pun,” dan menyerukan “pendekatan yang realistis dan pragmatis” tanpa “pembebanan, tuduhan, dan tekanan sepihak.”
Selama konferensi pers pada Senin, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menolak tuntutan Taliban dan menyebutnya “tidak dapat diterima.”
“Syarat ini membuat kita tidak mempunyai hak untuk berbicara dengan perwakilan masyarakat Afghanistan lainnya dan menuntut perlakuan yang sebagian besar serupa dengan pengakuan,” tegas Guterres.
Baca juga: Anak Perempuan Palestina Kelaparan hingga Tewas di Kota Gaza
Dia meminta Taliban mencabut pembatasan akses perempuan terhadap pendidikan dan pekerjaan, sebagai salah satu langkah menuju pengakuan potensial.
Taliban bersikukuh status perempuan hanyalah urusan rumah tangga. Dalam pernyataan yang dibuat sebelum pertemuan tersebut, Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyatakan negaranya “tidak dapat dipaksa oleh siapa pun,” dan menyerukan “pendekatan yang realistis dan pragmatis” tanpa “pembebanan, tuduhan, dan tekanan sepihak.”
Lihat Juga :