Inggris Meminta Israel Berhenti dan Memikirkan Masalah Gaza

Rabu, 14 Februari 2024 - 06:35 WIB
Sementara itu, Utusan Kepresidenan Rusia untuk Timur Tengah dan Afrika Mikhail Bogdanov mengatakan kepada wartawan bahwa Moskow memandang prospek serangan Israel di Rafah “sangat negatif,” dan menggambarkan permusuhan yang terus berlanjut sebagai “bencana.”

Pada Jumat, kantor Netanyahu mengklaim tujuan Israel untuk “menghilangkan Hamas” tidak dapat dicapai tanpa membersihkan Rafah dari sisa pejuang.

Israel menyatakan perang terhadap kelompok Islam tersebut setelah Hamas dan pejuang sekutunya menyerang kota-kota Israel pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.

Hamas menegaskan Operasi Badai Al-Aqsa digelar karena rezim kolonial Israel dan pemukim Zionis terus menyerang Masjid Al-Aqsa dan menangkap serta membunuh ribuan warga sipil Palestina.

Lusinan tawanan kemudian dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan selama jeda kemanusiaan seminggu pada bulan November.

Israel telah membunuh lebih dari 28.000 warga Palestina sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan di Gaza.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!