Mengapa Jerman Ingatkan Israel tentang Bencana Besar jika Melakukan Invasi Darat ke Rafah?

Minggu, 11 Februari 2024 - 19:29 WIB
Serangan IDF pada Sabtu pagi menewaskan sedikitnya 44 orang di Rafah, menurut otoritas setempat yang dikelola Hamas. Serangan tersebut telah mendorong seruan baru dari luar negeri untuk mengakhiri kekerasan.

Menteri Luar Negeri Belanda Hanke Bruins Slot menyebut serangan darat ini “tidak dapat dibenarkan,” mengingat Rafah penuh sesak dengan pengungsi.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan pada hari Sabtu bahwa “lebih dari separuh penduduk Gaza berlindung di daerah tersebut,” dan menyerukan “jeda segera” dalam pertempuran dan pembebasan sandera yang tersisa oleh Hamas.

Israel menyatakan perang terhadap militan setelah Hamas dan kelompok sekutunya menyerang kota-kota Israel pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200 orang. Lusinan tawanan kemudian dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan selama gencatan senjata selama seminggu pada bulan November.

Lebih dari 28.000 warga Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!