7 Pesawat Pembom Paling Mematikan di Dunia
Sabtu, 10 Februari 2024 - 13:15 WIB
Produksinya diperkirakan tidak lebih dari 39 pesawat. Pesawat ini sangat mahal untuk dibuat dan dirawat. Pada tahun 2017 Rusia hanya mengoperasikan sekitar 16 pembom strategis ini. Pada tahun 2022, citra satelit mengungkapkan bahwa hanya 10 pesawat pembom yang masih beroperasi dan tidak jelas apakah semuanya layak terbang.
Baru-baru ini produksi pesawat pengebom Tu-160 diluncurkan kembali di Rusia. Pembom Tu-160 pertama yang baru dibangun dan dimodernisasi melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2022.
Foto/Reuters
Melansir Military Today, B-1B Lancer adalah pembom strategis yang mulai beroperasi pada tahun 1986. Awalnya dirancang sebagai pengganti B-52. Lancer mampu membawa senjata nuklir. Pesawat ini memiliki tingkat siluman tertentu. Ia menggunakan sistem penanggulangan yang komprehensif dan dapat mengatasi sistem pertahanan udara musuh yang canggih.
B-1B dapat membawa hingga 34.000 kg rudal atau bom secara internal. Lancer dapat membawa lebih banyak muatan dibandingkan pembom AS lainnya. Dengan berakhirnya Perang Dingin, B-1B kehilangan peran serangan nuklirnya dan digunakan kembali untuk peperangan konvensional.
Sebanyak 100 B-1B telah dibangun. Saat ini sekitar 70 Lancer tersedia untuk operasi pada satu waktu. Diperkirakan akan tetap beroperasi setidaknya hingga tahun 2030; digantikan oleh pembom generasi berikutnya.
Baca Juga: 6 Kehebatan Pesawat Pembom B1-B yang Mengaum Lagi saat Agresi AS di Irak dan Suriah
Foto/Reuters
Melansir Military Today, Pembom strategis B-52 Stratofortress dirancang untuk membawa senjata nuklir. Pesawat ini telah beroperasi dengan Angkatan Udara AS sejak tahun 1955. Sebanyak 744 pembom strategis B-52 dari semua versi telah dibuat. Sejak diperkenalkan, Stratofortress terus ditingkatkan. B-52H adalah model terbaik. Meskipun diperkenalkan pesawat baru, B-52 tetap beroperasi karena kinerjanya yang unggul dan biaya pengoperasian yang rendah. Saat ini 85 pembom tersebut aktif di Angkatan Udara AS. Ini akan terus memberikan layanan yang berharga hingga abad ke-21. Tipe tersebut rencananya akan tetap aktif hingga tahun 2044.
B-52 telah digunakan dalam beberapa perang, namun hingga saat ini hanya menjatuhkan amunisi konvensional. Pembom strategis ini dapat membawa hingga 32.000 kg senjata, termasuk rudal jelajah dan bom berpemandu presisi. Pesawat ini mempunyai jangkauan 18.500 km tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Foto/Reuters
Baru-baru ini produksi pesawat pengebom Tu-160 diluncurkan kembali di Rusia. Pembom Tu-160 pertama yang baru dibangun dan dimodernisasi melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2022.
3. Rockwell B-1B Lancer (AS)
Foto/Reuters
Melansir Military Today, B-1B Lancer adalah pembom strategis yang mulai beroperasi pada tahun 1986. Awalnya dirancang sebagai pengganti B-52. Lancer mampu membawa senjata nuklir. Pesawat ini memiliki tingkat siluman tertentu. Ia menggunakan sistem penanggulangan yang komprehensif dan dapat mengatasi sistem pertahanan udara musuh yang canggih.
B-1B dapat membawa hingga 34.000 kg rudal atau bom secara internal. Lancer dapat membawa lebih banyak muatan dibandingkan pembom AS lainnya. Dengan berakhirnya Perang Dingin, B-1B kehilangan peran serangan nuklirnya dan digunakan kembali untuk peperangan konvensional.
Sebanyak 100 B-1B telah dibangun. Saat ini sekitar 70 Lancer tersedia untuk operasi pada satu waktu. Diperkirakan akan tetap beroperasi setidaknya hingga tahun 2030; digantikan oleh pembom generasi berikutnya.
Baca Juga: 6 Kehebatan Pesawat Pembom B1-B yang Mengaum Lagi saat Agresi AS di Irak dan Suriah
4. Boeing B-52H Stratofortress (AS)
Foto/Reuters
Melansir Military Today, Pembom strategis B-52 Stratofortress dirancang untuk membawa senjata nuklir. Pesawat ini telah beroperasi dengan Angkatan Udara AS sejak tahun 1955. Sebanyak 744 pembom strategis B-52 dari semua versi telah dibuat. Sejak diperkenalkan, Stratofortress terus ditingkatkan. B-52H adalah model terbaik. Meskipun diperkenalkan pesawat baru, B-52 tetap beroperasi karena kinerjanya yang unggul dan biaya pengoperasian yang rendah. Saat ini 85 pembom tersebut aktif di Angkatan Udara AS. Ini akan terus memberikan layanan yang berharga hingga abad ke-21. Tipe tersebut rencananya akan tetap aktif hingga tahun 2044.
B-52 telah digunakan dalam beberapa perang, namun hingga saat ini hanya menjatuhkan amunisi konvensional. Pembom strategis ini dapat membawa hingga 32.000 kg senjata, termasuk rudal jelajah dan bom berpemandu presisi. Pesawat ini mempunyai jangkauan 18.500 km tanpa perlu mengisi bahan bakar.
5. Tupolev Tu-95 (Rusia)
Foto/Reuters
Lihat Juga :