Hamas Masih Memburu Pasukan Israel yang Tertinggal di Gaza

Minggu, 04 Februari 2024 - 19:21 WIB
Pasukan di Khan Younis merebut kompleks komandan Hamas dan membunuh beberapa pria bersenjata serta seorang warga Palestina yang membawa granat dan pisau.

Israel pekan lalu mengumumkan "pembubaran" Hamas di Khan Younis. Seorang pejabat Israel kemudian mengklarifikasi kepada Reuters bahwa, dari empat batalyon Hamas yang awalnya ada di sana, satu batalion masih tersisa.

Otoritas kesehatan Gaza, yang tidak membedakan antara militan dan warga sipil dalam penghitungan mereka, mengatakan pada hari Minggu bahwa lebih dari 27.300 warga Palestina telah dipastikan tewas sejak perang tersebut. Mereka mengatakan bahwa 70% dari mereka yang terbunuh adalah perempuan dan anak-anak.

Ribuan lainnya dikhawatirkan hilang di tengah reruntuhan. Munir Al-Bursh, direktur kementerian kesehatan Gaza, mengatakan puluhan jenazah yang membusuk ditemukan dari wilayah utara yang dievakuasi oleh pasukan Israel.

Israel mengatakan pihaknya telah membunuh sekitar 10.000 pria bersenjata dalam kampanyenya untuk memusnahkan Hamas setelah serangan 7 Oktober oleh kelompok tersebut, yang bersumpah akan menghancurkan Israel. Dalam amukan tersebut, 1.200 orang tewas dan 253 orang disandera, menurut penghitungan Israel.

Lebih dari 130 sandera masih berada di Gaza, dan kemungkinan pembebasan mereka oleh Hamas adalah salah satu isu yang sedang dibahas dalam perundingan yang dimediasi Mesir dan Qatar, yang didukung oleh Amerika Serikat, untuk mencapai gencatan senjata.

Hamas menuntut diakhirinya perang. Israel mengesampingkan hal itu tetapi terbuka untuk gencatan senjata sementara.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!