Khawatir Dihabisi Israel, Iran Tarik Para Komandan IRGC dari Suriah
Jum'at, 02 Februari 2024 - 09:18 WIB
Meskin menarik para komandan tersebut, Iran tidak mempunyai niat untuk menarik pasukannya dari Suriah—yang merupakan bagian penting dari pengaruh Teheran.
Iran, yang merupakan pendukung Hamas, berusaha untuk tidak terlibat dalam perang kelompok tersebut dengan Israel di Gaza meskipun Teheran mendukung kelompok-kelompok yang ikut terlibat dalam konflik, mulai dari Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan milisi Syiah Irak—dikenal sebagai “Poros Perlawanan” yang memusuhi Israel dan kepentingan Amerika Serikat.
Salah satu sumber, seorang pejabat senior keamanan regional yang diberi pengarahan oleh Teheran, mengatakan bahwa para komandan senior IRGC telah meninggalkan Suriah bersama dengan puluhan perwira menengah, dan menggambarkan hal itu sebagai pengurangan kehadiran mereka.
Sumber tersebut tidak mengatakan berapa banyak warga Iran yang meninggalkan negara itu dan Reuters tidak dapat menentukan secara independen jumlah tersebut.
Kantor berita tersebut tidak dapat menghubungi Garda Revolusi untuk memberikan komentar dan kementerian informasi Suriah tidak menanggapi pertanyaan melalui email mengenai berita ini.
Iran telah mengirim ribuan personel militer dan milisi ke Suriah selama perang saudara Suriah. Meskipun mereka termasuk anggota Garda Revolusi, yang secara resmi berperan sebagai penasihat, sebagian besar adalah milisi Syiah dari seluruh wilayah Timur Tengah.
Tiga sumber mengatakan Garda Revolusi akan mengelola operasi Suriah dari jarak jauh, dengan bantuan sekutunya, Hizbullah Lebanon.
Iran, yang merupakan pendukung Hamas, berusaha untuk tidak terlibat dalam perang kelompok tersebut dengan Israel di Gaza meskipun Teheran mendukung kelompok-kelompok yang ikut terlibat dalam konflik, mulai dari Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan milisi Syiah Irak—dikenal sebagai “Poros Perlawanan” yang memusuhi Israel dan kepentingan Amerika Serikat.
Salah satu sumber, seorang pejabat senior keamanan regional yang diberi pengarahan oleh Teheran, mengatakan bahwa para komandan senior IRGC telah meninggalkan Suriah bersama dengan puluhan perwira menengah, dan menggambarkan hal itu sebagai pengurangan kehadiran mereka.
Sumber tersebut tidak mengatakan berapa banyak warga Iran yang meninggalkan negara itu dan Reuters tidak dapat menentukan secara independen jumlah tersebut.
Kantor berita tersebut tidak dapat menghubungi Garda Revolusi untuk memberikan komentar dan kementerian informasi Suriah tidak menanggapi pertanyaan melalui email mengenai berita ini.
Iran telah mengirim ribuan personel militer dan milisi ke Suriah selama perang saudara Suriah. Meskipun mereka termasuk anggota Garda Revolusi, yang secara resmi berperan sebagai penasihat, sebagian besar adalah milisi Syiah dari seluruh wilayah Timur Tengah.
Tiga sumber mengatakan Garda Revolusi akan mengelola operasi Suriah dari jarak jauh, dengan bantuan sekutunya, Hizbullah Lebanon.
Lihat Juga :