Pria AS Diduga Penggal Ayahnya dan Menyiarkannya ke YouTube, Hina Biden dan LGBT
Kamis, 01 Februari 2024 - 13:04 WIB
"Telepon ke petugas darurat datang dari istri korban. Ketika petugas tiba, mereka menemukan pria yang meninggal di kamar mandi," kata kantor kejaksaan setempat dalam sebuah pernyataan.
“Putra korban yang sudah dewasa tidak ada saat polisi tiba dan meninggalkan lokasi dengan kendaraan ayahnya,” lanjut pernyataan itu.
Polisi menemukan parang dan pisau dapur berukuran besar di dalam bak mandi. Mereka juga menemukan kepala Michael Mohn di dalam kantong plastik yang ada di dalam panci di kamar tidur lantai satu di sebelah kamar mandi.
Lebih lanjut, petugas menemukan sarung tangan karet berlumruan darah di kamar tidur terpisah di lantai pertama dan di tempat sampah di samping meja.
Dalam pernyataan tertulisnya, polisi mengutip video yang di-posting Mohn di YouTube. Dalam klip tersebut, Mohn terlihat membaca pernyataan tertulis dan pada satu titik menunjukkan kepala yang tampak berlumuran darah di dalam kantong plastik bening.
Dia kemudian mengatakan bahwa ayahnya, yang merupakan pegawai federal selama lebih dari 20 tahun, adalah pengkhianat negara.
“Amerika sedang membusuk dari dalam ke luar, massa yang terbangun mengamuk di kota-kota yang dulunya makmur,” katanya dalam video yang sekarang sudah dihapus.
Menurut laporan The Independent, Mohn selanjutnya menghina Presiden AS Joe Biden, Gerakan Black Lives Matter, dan komunitas LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer) dalam video tersebut.
“Putra korban yang sudah dewasa tidak ada saat polisi tiba dan meninggalkan lokasi dengan kendaraan ayahnya,” lanjut pernyataan itu.
Polisi menemukan parang dan pisau dapur berukuran besar di dalam bak mandi. Mereka juga menemukan kepala Michael Mohn di dalam kantong plastik yang ada di dalam panci di kamar tidur lantai satu di sebelah kamar mandi.
Lebih lanjut, petugas menemukan sarung tangan karet berlumruan darah di kamar tidur terpisah di lantai pertama dan di tempat sampah di samping meja.
Dalam pernyataan tertulisnya, polisi mengutip video yang di-posting Mohn di YouTube. Dalam klip tersebut, Mohn terlihat membaca pernyataan tertulis dan pada satu titik menunjukkan kepala yang tampak berlumuran darah di dalam kantong plastik bening.
Dia kemudian mengatakan bahwa ayahnya, yang merupakan pegawai federal selama lebih dari 20 tahun, adalah pengkhianat negara.
“Amerika sedang membusuk dari dalam ke luar, massa yang terbangun mengamuk di kota-kota yang dulunya makmur,” katanya dalam video yang sekarang sudah dihapus.
Menurut laporan The Independent, Mohn selanjutnya menghina Presiden AS Joe Biden, Gerakan Black Lives Matter, dan komunitas LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer) dalam video tersebut.