Para Ilmuwan Pertanyakan Kemujaraban Vaksin Covid-19 Rusia
Rabu, 12 Agustus 2020 - 02:46 WIB
“Vaksinasi massal dengan vaksin yang diuji secara tidak tepat adalah tidak etis,” ujarnya.
"Masalah apa pun dengan kampanye vaksinasi Rusia akan menjadi bencana baik melalui efek negatifnya pada kesehatan, tetapi juga karena itu akan semakin menghambat penerimaan vaksin di masyarakat," jelasnya.
Komentar yang sama digaungkan oleh Danny Altmann, seorang profesor Imunologi di Imperial College London, yang mengatakan "kerusakan tambahan" dari penggunaan vaksin apa pun yang belum diketahui aman dan efektif akan memperburuk masalah saat ini tanpa dapat diatasi.
Bahkan ketika Rusia menyatakan kemenangan, lebih dari setengah lusin pembuat obat di seluruh dunia sedang dalam proses melakukan uji coba manusia tingkat lanjut berskala besar terhadap potensi vaksin Covid-19 mereka, masing-masing dengan puluhan ribu peserta sukarelawan.
Beberapa pelopor ini, termasuk Moderna, Pfizer dan AstraZeneca, mengatakan bahwa mereka berharap untuk mengetahui apakah vaksin mereka berfungsi dan aman pada akhir tahun ini.
Semua diharapkan untuk mempublikasikan hasil uji coba dan data keamanan mereka serta menyerahkannya kepada regulator di Amerika Serikat, Eropa dan tempat lain untuk pemeriksaan sebelum lisensi dapat diberikan.
"Masalah apa pun dengan kampanye vaksinasi Rusia akan menjadi bencana baik melalui efek negatifnya pada kesehatan, tetapi juga karena itu akan semakin menghambat penerimaan vaksin di masyarakat," jelasnya.
Komentar yang sama digaungkan oleh Danny Altmann, seorang profesor Imunologi di Imperial College London, yang mengatakan "kerusakan tambahan" dari penggunaan vaksin apa pun yang belum diketahui aman dan efektif akan memperburuk masalah saat ini tanpa dapat diatasi.
Bahkan ketika Rusia menyatakan kemenangan, lebih dari setengah lusin pembuat obat di seluruh dunia sedang dalam proses melakukan uji coba manusia tingkat lanjut berskala besar terhadap potensi vaksin Covid-19 mereka, masing-masing dengan puluhan ribu peserta sukarelawan.
Beberapa pelopor ini, termasuk Moderna, Pfizer dan AstraZeneca, mengatakan bahwa mereka berharap untuk mengetahui apakah vaksin mereka berfungsi dan aman pada akhir tahun ini.
Semua diharapkan untuk mempublikasikan hasil uji coba dan data keamanan mereka serta menyerahkannya kepada regulator di Amerika Serikat, Eropa dan tempat lain untuk pemeriksaan sebelum lisensi dapat diberikan.
Lihat Juga :