5 Kontroversi Pembangunan Ibu Kota Baru Mesir di Gurun Pasir
Senin, 22 Januari 2024 - 19:04 WIB
Baca Juga: 4 Negara Arab yang Gabung Aliansi Rusia dan China
Foto/Reuters
Melansir BBC, Pusat Kebudayaan Islam barunya juga mencakup masjid yang luasnya lebih dari 19.000 meter persegi dan mampu menampung 107.000 jamaah.
Masjid ini menelan biaya pembangunan sebesar 800 juta pound Mesir (USD25,9 juta atau Rp405 miliar) dan merupakan masjid terbesar kedua di Afrika.
Media pemerintah memuji masjid tersebut karena memecahkan tiga rekor dunia – termasuk mimbar tertinggi di dunia, dengan tinggi 16,6 m dan dibuat dengan tangan dari jenis kayu terbaik.
Yang kedua dan ketiga adalah untuk lampu gantung utama masjid, yang merupakan yang terberat di dunia dengan berat 24,300kg, dan yang terbesar, dengan diameter 22m (72,2 kaki) dan terdiri dari empat tingkat.
Foto/Reuters
Melansir Financial Express, Mesir telah mengambil tiga pinjaman dari IMF dalam beberapa tahun terakhir. Ketika perekonomian Mesir saat ini sedang mengalami krisis likuiditas, pembangunan menjadi semakin sulit.
Namun pembangunan ibu kota baru akan memberikan keuntungan terbesar bagi Angkatan Bersenjata Mesir, karena perusahaan yang diberi tanggung jawab tersebut sebagian besar dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Mesir.
Mesir juga telah menjual aset negara kepada investor Teluk untuk membantu menutup defisit anggaran yang semakin besar.
2. Pembangunan Masjid Senilai Rp405 Miliar
Foto/Reuters
Melansir BBC, Pusat Kebudayaan Islam barunya juga mencakup masjid yang luasnya lebih dari 19.000 meter persegi dan mampu menampung 107.000 jamaah.
Masjid ini menelan biaya pembangunan sebesar 800 juta pound Mesir (USD25,9 juta atau Rp405 miliar) dan merupakan masjid terbesar kedua di Afrika.
Media pemerintah memuji masjid tersebut karena memecahkan tiga rekor dunia – termasuk mimbar tertinggi di dunia, dengan tinggi 16,6 m dan dibuat dengan tangan dari jenis kayu terbaik.
Yang kedua dan ketiga adalah untuk lampu gantung utama masjid, yang merupakan yang terberat di dunia dengan berat 24,300kg, dan yang terbesar, dengan diameter 22m (72,2 kaki) dan terdiri dari empat tingkat.
3. Mengandalkan Utang dan Menjual Aset Negara
Foto/Reuters
Melansir Financial Express, Mesir telah mengambil tiga pinjaman dari IMF dalam beberapa tahun terakhir. Ketika perekonomian Mesir saat ini sedang mengalami krisis likuiditas, pembangunan menjadi semakin sulit.
Namun pembangunan ibu kota baru akan memberikan keuntungan terbesar bagi Angkatan Bersenjata Mesir, karena perusahaan yang diberi tanggung jawab tersebut sebagian besar dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Mesir.
Mesir juga telah menjual aset negara kepada investor Teluk untuk membantu menutup defisit anggaran yang semakin besar.
Lihat Juga :