4 Negara yang Sedang Perang Proksi Lawan Iran dan 5 Titik Konflik

Jum'at, 19 Januari 2024 - 18:15 WIB
Amerika Serikat juga telah melancarkan serangan udara terhadap pasukan Iran di Suriah dan Irak.

Baku tembak langsung antara pasukan AS dan pejuang yang didukung Iran sering terjadi di Suriah dan Irak.

Meski demikian, AS dan Iran tak pernah mendeklarasikan perang secara terbuka. Konflik yang terjadi baru melibatkan kelompok-kelompok yang mereka dukung.

4. Pakistan



Pakistan dan Iran memiliki hubungan yang kompleks. Kedua negara memiliki hubungan perdagangan yang cukup baik, tetapi juga bersaing untuk pengaruh di kawasan Asia Selatan.

Pakistan mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang melawan Iran di Afghanistan, dan Iran mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang melawan Pakistan di Balochistan.

Pada tanggal 17 Januari 2024, Iran melancarkan serangan rudal ke Pakistan, yang menewaskan tujuh orang. Serangan ini merupakan eskalasi baru dalam ketegangan antara kedua negara.

Pakistan kemudian membalas serangan itu dengan menggempur wilayah Iran. Ketegangan kini meningkat antara kedua pihak.

Selain negara-negara tersebut, Iran juga telah terlibat dalam perang proksi dengan negara-negara lain di Timur Tengah, seperti Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab dengan intensitas lebih rendah.

Titik Konflik Perang Proksi



Sejumlah negara menjadi lokasi terjadinya perang proksi antara Iran dan musuh-musuh. Berikut ini negara-negara yang menjadi titik konflik tersebut.

1. Irak



Irak adalah negara yang kompleks dengan berbagai kepentingan yang saling bertentangan. Iran memiliki pengaruh yang kuat di Irak, dan telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang memerangi Amerika Serikat dan sekutunya.

Amerika Serikat dan sekutunya telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang menentang pengaruh Iran di Irak.

2. Suriah



Suriah telah menjadi medan perang proxy antara Iran dan Amerika Serikat. Iran telah mendukung pemerintah Suriah dalam perang saudara yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!