Pejuang Hamas Kuasai Wilayah Gaza yang Ditinggalkan Tentara Israel

Rabu, 17 Januari 2024 - 19:30 WIB
Baca Juga: Tentara Cadangan Israel yang Kurang Berpengalaman Selalu Jadi Sasaran Tembak Hamas

Pergeseran ini dimulai dengan kemunduran di wilayah utara. Menteri Pertahanan Yoav Gallant juga mengatakan pada hari Senin bahwa serangan darat baru-baru ini di wilayah selatan akan segera berakhir.

Namun meredakan perang tampaknya masih merupakan sebuah tantangan berat, dimana Israel mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan berhenti sampai Hamas dilenyapkan dan para militan tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan kemampuan untuk melawan.

Israel Ziv, seorang pensiunan jenderal yang sebelumnya memimpin pasukan Israel di Gaza, mengatakan kepada Reuters bahwa 10-15% dari korps roket Hamas sebelum perang yang berjumlah sekitar 1.000 personel diyakini masih hidup, dengan sekitar 2.000 roket tersisa untuk ditembakkan.

Israel melancarkan perang untuk memberantas Hamas setelah militan menyerbu pagar perbatasan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang.

Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa utusan AS untuk Timur Tengah Brett McGurk telah berada di Qatar dalam beberapa hari terakhir "untuk diskusi yang sangat serius dan intensif" mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membebaskan lebih banyak sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!