China Tangkap Mata-Mata MI6, Diduga Balas Inggris dan Negara Barat

Kamis, 11 Januari 2024 - 18:04 WIB
Kementerian tidak memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut atau mengungkapkan kondisi atau keberadaan Huang saat ini. Namun disebutkan bahwa pihak keamanan negara segera melaporkan dan mengatur kunjungan konsuler, melindungi hak sah Huang sesuai dengan hukum.

Ketika dihubungi oleh VoA, Kementerian Luar Negeri Inggris pada Selasa kemarin menjawab: "Sudah menjadi kebijakan lama kami untuk tidak mengonfirmasi atau menyangkal klaim yang berkaitan dengan masalah intelijen."

Peter Humphrey, mantan jurnalis yang kemudian bekerja selama lebih dari satu dekade sebagai penyelidik penipuan di perusahaan-perusahaan Barat di China, mengatakan bahwa kasus ini tampak seperti "lelucon belaka”.

"Pertama, saya pikir ini adalah kelanjutan dari serangan Beijing terhadap konsultan Barat. Kedua, saya pikir Beijing sedang mencoba menemukan kasus untuk membalas kita karena kita telah menangkap basah mereka melakukan hal-hal di Inggris, Amerika, Belgia, dan lain-lain," ucap Humphrey kepada VoA dalam wawancara telepon. "Beijing sangat mencari kasus untuk dibalas kepada kami," sambungnya.

Mata-Mata China



Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Senin lalu mengatakan bahwa seorang anggota Angkatan Laut AS keturunan China-Amerika dijatuhi hukuman 27 bulan penjara dan diperintahkan membayar denda USD5.500 setelah mengaku bersalah pada Oktober lalu karena menerima suap untuk memberikan informasi militer sensitif kepada perwira intelijen China.

Inggris menuduh mata-mata China menargetkan pejabat di kementerian-kementerian utama, sementara China telah mengungkap beberapa kasus yang menuduh warga negara asing, termasuk warga Inggris dan Amerika Serikat, telah melakukan spionase.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!