Jihad Islam: Perang Tanpa Batas Waktu di Gaza Tidak Akan Melemahkan Perlawanan
Rabu, 10 Januari 2024 - 08:56 WIB
Selain berusaha menghilangkan gerakan perlawanan di Gaza, rezim tersebut juga berupaya melakukan pemindahan paksa terhadap 2,3 juta penduduk di wilayah tersebut ke negara-negara tetangga.
Baca Juga: Israel Bunuh Komandan Angkatan Udara Hizbullah dengan Drone
Namun Abu Hamzah menegaskan, "Rakyat Palestina dan perlawanan mereka lebih kuat dan lebih besar daripada upaya likuidasi yang putus asa."
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang atas perintahnya melancarkan perang, “menjual ilusi dan khayalan belaka” kepada para pemukim Israel dengan menjanjikan mereka “segera kembali” ke Gaza, tempat militer Israel menarik diri pada tahun 2005.
“...pada akhirnya, Netanyahu tidak punya pilihan selain tunduk pada apa yang ditentukan oleh medan perang dan, dengan enggan dan patuh, menerima kekalahan bersejarahnya...,” kata Abu Hamzah.
“Mungkin pencapaian paling signifikan dari tentara musuh adalah keahliannya dalam menghancurkan batu dan manusia dengan berton-ton bahan peledak Amerika, yang mengungkap kemunafikan dunia dan mereka yang mengaku percaya pada hak asasi manusia,” ujarnya.
Baca Juga: Israel Bunuh Komandan Angkatan Udara Hizbullah dengan Drone
Namun Abu Hamzah menegaskan, "Rakyat Palestina dan perlawanan mereka lebih kuat dan lebih besar daripada upaya likuidasi yang putus asa."
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang atas perintahnya melancarkan perang, “menjual ilusi dan khayalan belaka” kepada para pemukim Israel dengan menjanjikan mereka “segera kembali” ke Gaza, tempat militer Israel menarik diri pada tahun 2005.
“...pada akhirnya, Netanyahu tidak punya pilihan selain tunduk pada apa yang ditentukan oleh medan perang dan, dengan enggan dan patuh, menerima kekalahan bersejarahnya...,” kata Abu Hamzah.
“Mungkin pencapaian paling signifikan dari tentara musuh adalah keahliannya dalam menghancurkan batu dan manusia dengan berton-ton bahan peledak Amerika, yang mengungkap kemunafikan dunia dan mereka yang mengaku percaya pada hak asasi manusia,” ujarnya.
Lihat Juga :