Keluarga Palestina Tinggal di Gua, Ini Pun Akan Dihancurkan Israel

Selasa, 11 Agustus 2020 - 09:32 WIB
Otoritas Palestina secara resmi mengakui komunitas Farasin pada Maret, tetapi krisis virus corona telah mencegahnya menyediakan listrik ke daerah itu.

COGAT telah mengindikasikan pada bulan April bahwa mereka mungkin menangguhkan beberapa pembongkaran yang dijadwalkan karena pandemi virus corona.

Namun, menurut kelompok kampanye anti-permukiman Israel; B’Tselem, Israel pada bulan Juni menghancurkan 63 bangunan Palestina.

Sekitar 450.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat, bersama dengan sekitar 2,7 juta orang Palestina.

Penduduk Farasin, selain takut akan kedatangan buldoser dalam waktu dekat, mengatakan mereka telah melihat karavan milik seorang pemukim Yahudi di daerah itu, yang tampaknya sedang menyiapkan rumah.

“Pemukim tiba di sini beberapa waktu lalu dengan dombanya,” kata Nasser, yang menanyakan mengapa pemukim tiba pada saat mereka diminta untuk pergi.

“Orang-orang kami tinggal di sini selama beberapa generasi. Nenek moyang kita dimakamkan di sini."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!