Irak Ingin Usir Tentara AS, Ini Respons Pentagon

Selasa, 09 Januari 2024 - 07:41 WIB
Pasukan Amerika di Irak dan Suriah telah menjadi sasaran lebih dari 120 kali sejak 17 Oktober, setelah serangan Hamas terhadap Israel.

Namun, AS menghindari memberikan respons di Irak karena sentimen masyarakat Irak yang sudah frustrasi terhadap Washington.

Militer AS kemudian menargetkan milisi yang didukung Iran di Irak dan membunuh beberapa milisi lebih dari satu kali.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin telah berbicara dengan perdana menteri Irak tentang kewajiban Baghdad untuk melindungi personel diplomatik dan militer AS.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga mengadakan pembicaraan serupa dengan perdana menteri Irak untuk menyampaikan pesan serupa.

Austin mengatakan AS mempunyai hak untuk bertindak membela diri terhadap mereka yang menyerang pasukan Amerika dan menyebut Kataeb Hezbollah dan Harakat al-Nujaba yang didukung Iran berada di balik sebagian besar serangan tersebut.

Serangan minggu lalu terjadi setelah serangan Israel menewaskan seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Suriah, dan operasi Israel lainnya menewaskan pejabat Hamas Saleh al-Arouri di Beirut, Lebanon.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!