Iran Memiliki Kapal Perang Tercanggih Buatan Dalam Negeri
Sabtu, 06 Januari 2024 - 17:50 WIB
Iran memproduksi banyak kapal perang canggih buatan dalam negeri. Foto/Reuters
TEHERAN - Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) telah menerima pengiriman berbagai peralatan militer yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Itu termasuk kapal perang Abu Mahdi al-Muhandi yang dilengkapi teknologi penghindar radar yang canggih, dan 100 kapal serang cepat.
Kehadiran kapal tersebut disambut dalam upacara yang dihadiri oleh Panglima IRCG Mayor Jenderal Hossein Salami, Panglima Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri, dan pejabat senior negara dan militer lainnya di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, pada Sabtu (6/1/2024).
Nama Abu Mahdi Muhandis diambil dari nama mantan wakil kepala Unit Mobilisasi Populer Irak yang dibunuh bersama dengan komandan tinggi anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS yang diperintahkan oleh mantan Presiden Donald Trump di bandara Bagdad pada awal Januari 2020 .
Berbicara pada upacara tersebut, Tangsiri mengatakan kapal perang tersebut memiliki ketahanan angkatan laut selama 14 hari, dan dapat berlayar dalam radius 2.000 mil laut tanpa terdeteksi oleh radar dan sistem pengintaian musuh.
Kehadiran kapal tersebut disambut dalam upacara yang dihadiri oleh Panglima IRCG Mayor Jenderal Hossein Salami, Panglima Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri, dan pejabat senior negara dan militer lainnya di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, pada Sabtu (6/1/2024).
Nama Abu Mahdi Muhandis diambil dari nama mantan wakil kepala Unit Mobilisasi Populer Irak yang dibunuh bersama dengan komandan tinggi anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS yang diperintahkan oleh mantan Presiden Donald Trump di bandara Bagdad pada awal Januari 2020 .
Berbicara pada upacara tersebut, Tangsiri mengatakan kapal perang tersebut memiliki ketahanan angkatan laut selama 14 hari, dan dapat berlayar dalam radius 2.000 mil laut tanpa terdeteksi oleh radar dan sistem pengintaian musuh.
Lihat Juga :