Majelis Umum PBB Akan Menuntut Gencatan Senjata di Jalur Gaza
Rabu, 13 Desember 2023 - 01:11 WIB
Majelis Umum PBB akan menuntut gencatan senjata segera diberlakukan di Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi
NEW YORK - Majelis Umum PBB tampaknya akan menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera diberlakukan dalam konflik yang telah berlangsung selama dua bulan antara Israel dan Hamas . Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah memveto langkah tersebut di Dewan Keamanan.
Tidak ada negara yang memiliki hak veto di Majelis Umum yang beranggotakan 193 negara, yang akan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi yang diblokir oleh AS di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara pekan lalu.
Resolusi Majelis Umum tidak mengikat namun memiliki bobot politik dan mencerminkan pandangan global mengenai perang di Jalur Gaza, karena otoritas kesehatan di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 18.000 orang.
Baca Juga: Abu Ubaidah: Zionis dan AS Gagal Bebaskan Satu Pun Tentara Israel dari al-Qassam
Pemungutan suara majelis dilakukan sehari setelah 12 utusan Dewan Keamanan mengunjungi perbatasan Rafah di sisi Mesir, satu-satunya tempat di mana bantuan kemanusiaan dan pengiriman bahan bakar dalam jumlah terbatas menyeberang ke Gaza. AS sendiri tidak mengirimkan perwakilannya dalam perjalanan tersebut.
Tidak ada negara yang memiliki hak veto di Majelis Umum yang beranggotakan 193 negara, yang akan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi yang diblokir oleh AS di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara pekan lalu.
Resolusi Majelis Umum tidak mengikat namun memiliki bobot politik dan mencerminkan pandangan global mengenai perang di Jalur Gaza, karena otoritas kesehatan di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 18.000 orang.
Baca Juga: Abu Ubaidah: Zionis dan AS Gagal Bebaskan Satu Pun Tentara Israel dari al-Qassam
Pemungutan suara majelis dilakukan sehari setelah 12 utusan Dewan Keamanan mengunjungi perbatasan Rafah di sisi Mesir, satu-satunya tempat di mana bantuan kemanusiaan dan pengiriman bahan bakar dalam jumlah terbatas menyeberang ke Gaza. AS sendiri tidak mengirimkan perwakilannya dalam perjalanan tersebut.
Lihat Juga :