Semakin Mengkhawatirkan, PBB: Separuh Penduduk Jalur Gaza Kelaparan
Minggu, 10 Desember 2023 - 10:01 WIB
Mereka menyaksikan “kebingungan di gudang, titik distribusi dengan ribuan orang yang kelaparan, supermarket dengan rak-rak yang kosong, dan tempat penampungan yang penuh sesak dengan kamar mandi yang pecah,” katanya.
Tekanan internasional dan gencatan senjata sementara selama tujuh hari pada bulan lalu telah memungkinkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan untuk masuk ke Jalur Gaza, namun WFP menegaskan penyeberangan perbatasan kedua kini diperlukan untuk memenuhi permintaan.
"Sembilan dari 10 keluarga di beberapa daerah menghabiskan sehari semalam penuh tanpa makanan sama sekali," ungkap Skau.
Penduduk di Khan Younis di selatan Gaza, sebuah kota yang sekarang dikepung oleh tank Israel, mengatakan situasi di sana sangat buruk.
Dr Ahmed Moghrabi, kepala unit bedah plastik dan luka bakar di satu-satunya fasilitas kesehatan yang tersisa di kota itu, rumah sakit Nasser, menahan air mata ketika berbicara kepada BBC tentang kekurangan makanan.
“Saya mempunyai anak perempuan, berumur tiga tahun, selalu dia minta permen, apel, buah-buahan. Saya tidak bisa menyediakannya. Saya merasa tidak berdaya,” katanya.
Baca Juga: 2.000 Tentara Israel Jadi Cacat, 58% Diamputasi pada Tangan dan Kaki
“Makanannya tidak cukup, makanannya tidak cukup, hanya nasi, hanya nasi, percayakah Anda? Kami makan sekali, sehari sekali, hanya,” tuturnya.
Israel mengatakan mereka harus melanjutkan serangan udara di Gaza untuk melenyapkan Hamas dan memulangkan sandera Israel.
Tekanan internasional dan gencatan senjata sementara selama tujuh hari pada bulan lalu telah memungkinkan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan untuk masuk ke Jalur Gaza, namun WFP menegaskan penyeberangan perbatasan kedua kini diperlukan untuk memenuhi permintaan.
"Sembilan dari 10 keluarga di beberapa daerah menghabiskan sehari semalam penuh tanpa makanan sama sekali," ungkap Skau.
Penduduk di Khan Younis di selatan Gaza, sebuah kota yang sekarang dikepung oleh tank Israel, mengatakan situasi di sana sangat buruk.
Dr Ahmed Moghrabi, kepala unit bedah plastik dan luka bakar di satu-satunya fasilitas kesehatan yang tersisa di kota itu, rumah sakit Nasser, menahan air mata ketika berbicara kepada BBC tentang kekurangan makanan.
“Saya mempunyai anak perempuan, berumur tiga tahun, selalu dia minta permen, apel, buah-buahan. Saya tidak bisa menyediakannya. Saya merasa tidak berdaya,” katanya.
Baca Juga: 2.000 Tentara Israel Jadi Cacat, 58% Diamputasi pada Tangan dan Kaki
“Makanannya tidak cukup, makanannya tidak cukup, hanya nasi, hanya nasi, percayakah Anda? Kami makan sekali, sehari sekali, hanya,” tuturnya.
Israel mengatakan mereka harus melanjutkan serangan udara di Gaza untuk melenyapkan Hamas dan memulangkan sandera Israel.
Lihat Juga :