Israel Bunuh Profesor Refaat Alareer di Gaza, Ini Kata-Kata Terakhirnya

Sabtu, 09 Desember 2023 - 05:45 WIB
“Saya merasa semua yang dia tulis atau ucapkan mewakili prioritas kami di seluruh dunia. Kami dibimbing olehnya, dan orang-orang menyukainya. Kematiannya benar-benar membuatku bingung,” ungkap Baroud.

Kata-kata Terakhir



Alareer, profesor bahasa Inggris tercinta, mengkomunikasikan beberapa pemikiran terakhirnya melalui profil X-nya.

“Jika saya harus mati, Anda harus hidup untuk menceritakan kisah saya,” ungkap dia dalam puisi yang ditulis pada tahun 2011 dan diterbitkan di X pada tanggal 1 November.

“Jika saya harus mati, biarlah itu membawa harapan, biarlah itu menjadi sebuah dongeng,” tulis dia.

Pada tanggal 4 Desember, ketika serangan udara Israel terhadap lingkungan tempat tinggalnya semakin intensif, Alareer menulis penghormatan kepada Perlawanan Palestina, yang sedang menghadapi pasukan Israel yang menyerang, “Saya berharap saya menjadi seorang pejuang kemerdekaan, jadi saya mati melawan para maniak genosida Israel yang menyerang lingkungan dan kota saya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!