China Ingin Donald Trump Kalah dalam Pilpres 2020 AS
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:59 WIB
"Beijing menyadari bahwa semua upaya ini mungkin memengaruhi pemilihan presiden," kata Evanina.
Musuh asing, lanjut dia, juga mungkin mencoba mengganggu sistem pemilu AS dengan mencoba menyabotase proses pemungutan suara, mencuri data pemilu , atau mempertanyakan validitas hasil pemilu.
"Akan sulit bagi musuh kita untuk mengganggu atau memanipulasi hasil pemungutan suara dalam skala besar," papar Evanina. Dia menambahkan bahwa Rusia berupaya melemahkan kandidat presiden Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pilpres November mendatang. (Baca juga: Trump Mulain Mainkan Isu Agama, Sebut Biden Melawan Tuhan )
Berbagai tinjauan oleh badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia bertindak untuk meningkatkan kampanye Trump tahun 2016 dan mengurangi peluang saingannya; Hillary Clinton, dalam pemilu kala itu. Trump telah lama marah pada temuan itu, yang dibantah Rusia.
Evanina memperingatkan pada hari Jumat bahwa Rusia sudah mengejar mantan Wakil Presiden Biden dan apa yang dianggapnya sebagai "pembentuk" AS yang anti-Rusia.
Evanina mengatakan Andriy Derkach, seorang politisi Ukraina pro-Rusia, telah menyebarkan klaim tentang korupsi—termasuk melalui panggilan telepon yang bocor untuk merusak kampanye Biden dan Partai Demokrat.
Musuh asing, lanjut dia, juga mungkin mencoba mengganggu sistem pemilu AS dengan mencoba menyabotase proses pemungutan suara, mencuri data pemilu , atau mempertanyakan validitas hasil pemilu.
"Akan sulit bagi musuh kita untuk mengganggu atau memanipulasi hasil pemungutan suara dalam skala besar," papar Evanina. Dia menambahkan bahwa Rusia berupaya melemahkan kandidat presiden Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pilpres November mendatang. (Baca juga: Trump Mulain Mainkan Isu Agama, Sebut Biden Melawan Tuhan )
Berbagai tinjauan oleh badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia bertindak untuk meningkatkan kampanye Trump tahun 2016 dan mengurangi peluang saingannya; Hillary Clinton, dalam pemilu kala itu. Trump telah lama marah pada temuan itu, yang dibantah Rusia.
Evanina memperingatkan pada hari Jumat bahwa Rusia sudah mengejar mantan Wakil Presiden Biden dan apa yang dianggapnya sebagai "pembentuk" AS yang anti-Rusia.
Evanina mengatakan Andriy Derkach, seorang politisi Ukraina pro-Rusia, telah menyebarkan klaim tentang korupsi—termasuk melalui panggilan telepon yang bocor untuk merusak kampanye Biden dan Partai Demokrat.
Lihat Juga :