Demonstrasi Meluas di Lebanon, Keterlibatan Asing Diselidiki

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 06:35 WIB
Presiden Aoun mengungkapkan, penyelidikan bukan hanya fokus mengungkapkan faktor internal di dalam negeri Lebanon semata. Para penyelidik juga akan fokus untuk melihat adanya intervensi asing yang mungkin bisa menjadi penyebab ledakan tersebut. (Baca juga: Pemerintah Membolehkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning)

“Penyebab ledakan belum dapat ditentukan. Ada kemungkinan intervensi asing dengan serangan roket atau bom atau tindakan lain,” kata Presiden Aoun seperti dilansir Reuters.

Dia mengungkapkan, penyelidikan ledakan gudang bahan material peledak itu dilakukan pada tiga tingkatan. Pertama, bagaimana material peledak bisa masuk dan disimpan. Kedua, apakah ledakan merupakan hasil dari kecelakaan. Dan ketiga, adanya kemungkinan intervensi asing.

Sebelumnya banyak pihak menduga Israel ikut mendalangi ledakan di Beirut . Israel dan Lebanon memang terlibat konflik sejak lama. Apalagi PM Israel Benjamin Netanyahu kerap melancarkan ancaman kepada kelompok Hezbollah yang menjadi elemen kuat di Lebanon. Maklum, bahan peledak di pelabuhan tersebut memang milik Hezbollah. Namun pejabat senior Hezbollah menyatakan rumor serangan Israel ke pelabuhan tersebut tidak benar. Menteri Luar Negeri Israel Gabi Gabi Ashkenazi pun mengindikasikan Israel tidak terlibat.

Analis Lebanon David Daoud mengungkapkan, Israel tidak memiliki kepentingan meningkatkan ketegangan saat ini. “Saya skeptis itu adalah serangan udara. Kita tahu aturan perang Israel dan Hezbollah. Jika Israel yang melakukan serangan itu, pasti ada deklarasi perang dari Hezbollah,” katanya.

Perlu Penyelidikan Internasional

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penyelidikan internasional saat berkunjung ke Beriut. “Penyelidikan internasional terhadap ledakan itu mesti dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tersembunyi dan keraguan yang merayap masuk,” katanya. (Baca juga: Ekonomi Jabar Anjlok, Ridan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!