Jajan Saat Karantina Sisa 30 Menit, Pria Singapura Didenda Rp16 Juta
Kamis, 30 April 2020 - 15:30 WIB
Hidangan roti prata. Foto/REUTERS
SINGAPURA - Warga Singapura, Tay Chun Hsien, melanggar karantina 30 menit sebelum berakhir untuk membeli roti prata senilai beberapa dolar.
Malangnya, karena pelanggaran karantina, dia didenda 1.500 dolar Singapura atau Rp16 juta. Ini menjadi hukuman terberat terbaru yang diterapkan pada pelanggar aturan karantina untuk mencegah wabah virus corona.
Singapura terkenal dengan penegakan hukum yang tak pandang bulu dan memiliki kamera pengawas yang banyak. Saat ini negara itu mengalami peningkatan kasus corona, terutama di asrama pakerja migran.
Namun Singapura dipuji karena aturan karantina yang ketat dan sistem pelacakan kontak dapat membatasi infeksi tak semakin meluas.
Pada pertengahan Maret, Tay diperintahkan tak meninggalkan rumah setelah diduga memiliki kontak dengan pasien corona. Namun hanya 30 menit sebelum perintah itu berakhir, dia datang ke warung makan terdekat untuk makan roti prata, hidangan khas India yang populer di Asia Tenggar.
“Saat dia sedang makan, seorang petugas pemantau karantinanya menelpon ponselnya untuk memeriksa apakah dia di rumah, tapi Tay menyatakan dia keluar untuk membeli makan karena dia lapar,” ungkap dokumen pengadilan kasus itu.
Malangnya, karena pelanggaran karantina, dia didenda 1.500 dolar Singapura atau Rp16 juta. Ini menjadi hukuman terberat terbaru yang diterapkan pada pelanggar aturan karantina untuk mencegah wabah virus corona.
Singapura terkenal dengan penegakan hukum yang tak pandang bulu dan memiliki kamera pengawas yang banyak. Saat ini negara itu mengalami peningkatan kasus corona, terutama di asrama pakerja migran.
Namun Singapura dipuji karena aturan karantina yang ketat dan sistem pelacakan kontak dapat membatasi infeksi tak semakin meluas.
Pada pertengahan Maret, Tay diperintahkan tak meninggalkan rumah setelah diduga memiliki kontak dengan pasien corona. Namun hanya 30 menit sebelum perintah itu berakhir, dia datang ke warung makan terdekat untuk makan roti prata, hidangan khas India yang populer di Asia Tenggar.
“Saat dia sedang makan, seorang petugas pemantau karantinanya menelpon ponselnya untuk memeriksa apakah dia di rumah, tapi Tay menyatakan dia keluar untuk membeli makan karena dia lapar,” ungkap dokumen pengadilan kasus itu.
Lihat Juga :