5 Indikasi Perompak Somalia Kembali ke Laut Merah dengan Memanfaatkan Perang Gaza

Jum'at, 01 Desember 2023 - 06:06 WIB
Kekerasan ini mulai meningkat dengan cepat setelah intervensi militer Ethiopia dalam perang saudara di Somalia antara tahun 2006 dan 2009.

Serangan terakhir yang berhasil dilaporkan pada Agustus 2020 – pembajakan pertama yang berhasil sejak musim semi 2017.

Namun pada awal tahun ini, Biro Maritim Internasional (IMB) mencabut penetapan “Kawasan Berisiko Tinggi” untuk wilayah barat Samudera Hindia karena tidak adanya serangan bajak laut Somalia secara signifikan.

Hal ini terutama disebabkan oleh kehadiran satuan tugas angkatan laut multinasional yang besar – termasuk angkatan laut India dan China – yang bertanggung jawab untuk memerangi pembajakan.

Setelah pencabutan penunjukannya pada bulan Januari, IMB mencatat bahwa para perompak ini dilaporkan masih memiliki kemampuan dan sumber daya untuk melakukan serangan di wilayah Teluk Aden.

3. Memanfaatkan Momen Perang Gaza



Foto/Reuters

Kemungkinan serangan terhadap kapal tanker kimia Central Park oleh perompak Somalia akan menandai perkembangan yang signifikan dan berbahaya di perairan Timur Tengah.

Central Park adalah kapal tanker berbendera Liberia dan dimiliki oleh Zodiac Maritime milik raja bisnis Israel, Eyal Ofer, menurut Reuters.

Kapal-kapal komersial dan militer sudah berhati-hati saat melakukan perjalanan melalui jalur perairan seperti Bab al-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, dan Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk dengan Teluk Oman, dengan sejarah pembajakan atau pembajakan bajak laut dan serangan saling balas antar kekuatan yang bersaing.

Industri perkapalan kini semakin waspada sejak dimulainya perang Gaza pada bulan Oktober, dan potensi dampaknya di wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!