MBS Dituding Rencanakan Pembunuhan Terhadap Pejabat Senior yang Diasingkan

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 02:14 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman, dituding merencakanan pembunuhan Dr. Saad Aljabri. Foto/Kolase/Sindonews
WASHINGTON - Seorang mantan menteri dan pejabat intelijen Arab Saudi menuding Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) telah membuat rencana untuk menyiksa dan membunuh mantan perwira intelijen di wilayah Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Aksi penyiksaan dan pembunuhan itu dilakukan oleh pasukan pembunuh yang telah disetujui oleh pemerintah Saudi.

Tudingan itu dilontarkan oleh Dr. Saad Aljabri, yang dikategorikan sebagai mitra tepercaya pejabat intelijen AS. Dalam tudingannya, Aljabri mengklaim, pemimpin Saudi pertama kali mengirimkan tim pembunuh 50 orang yang dijuluki "pasukan harimau" pada Oktober 2018 - hanya beberapa minggu setelah pembunuhan terhadap pembangkang Saudi Jamal Khashoggi di Turki - ke Ontario, Kanada, dengan maksud untuk membawanya keluar.



"'Pasukan Harimau' yang dikerahkan ke Kanada termasuk personel forensik yang berpengalaman dengan pembersihan TKP, yang membawa serta dua tas alat forensik," kata Aljabri.

"Tim pembunuh digagalkan oleh petugas keamanan perbatasan Kanada yang curiga dengan perilaku mereka di pos pemeriksaan bandara," imbuhnya seperti dikutip dari Fox News, Jumat (7/8/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!