Netanyahu Tolak Otoritas Palestina Berkuasa di Jalur Gaza
Selasa, 14 November 2023 - 02:26 WIB
Pada konferensi pers, Netanyahu mengutarakan keluhannya yang sudah lama mengenai silabus sekolah Otoritas Palestina, yang menurutnya memicu kebencian terhadap Israel, dan kebijakannya dalam memberikan gaji kepada keluarga warga Palestina yang dipenjara di Israel.
“Tidak akan ada otoritas sipil yang mengajarkan anak-anaknya untuk … melenyapkan negara Israel, tidak akan ada otoritas yang memberikan gaji kepada keluarga para pembunuh,” katanya.
“Tidak mungkin ada otoritas yang dipimpin oleh seseorang yang, lebih dari 30 hari setelah pembantaian (7 Oktober), masih belum mengecamnya,” dia menambahkan seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (14/11/2023).
Abbas mengecam kekerasan terhadap warga sipil “di kedua sisi” namun belum mengeluarkan kecaman tegas atas serangan 7 Oktober, yang menewaskan 1.200 orang dan sekitar 240 orang diculik, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Israel.
Para pejabat Palestina mengatakan lebih dari 11.078 warga Gaza telah tewas akibat serangan Israel selama lima minggu terakhir, sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak.
Baca Juga: Anjing Liar Makan Jasad Warga Gaza di RS Al-Shifa, Menkes: Pasien Diusir dengan Ditodong Senjata
Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Abbas, mengatakan kepada Reuters bahwa Israel berusaha untuk melanggengkan perpecahan antara dua wilayah Palestina – Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel.
“Tidak akan ada otoritas sipil yang mengajarkan anak-anaknya untuk … melenyapkan negara Israel, tidak akan ada otoritas yang memberikan gaji kepada keluarga para pembunuh,” katanya.
“Tidak mungkin ada otoritas yang dipimpin oleh seseorang yang, lebih dari 30 hari setelah pembantaian (7 Oktober), masih belum mengecamnya,” dia menambahkan seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (14/11/2023).
Abbas mengecam kekerasan terhadap warga sipil “di kedua sisi” namun belum mengeluarkan kecaman tegas atas serangan 7 Oktober, yang menewaskan 1.200 orang dan sekitar 240 orang diculik, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Israel.
Para pejabat Palestina mengatakan lebih dari 11.078 warga Gaza telah tewas akibat serangan Israel selama lima minggu terakhir, sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak.
Baca Juga: Anjing Liar Makan Jasad Warga Gaza di RS Al-Shifa, Menkes: Pasien Diusir dengan Ditodong Senjata
Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Abbas, mengatakan kepada Reuters bahwa Israel berusaha untuk melanggengkan perpecahan antara dua wilayah Palestina – Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel.
Lihat Juga :