Israel Serang dan Kepung RS Al-Shifa Gaza, 15.000 Pasien dan Pengungsi Terancam Tewas
Sabtu, 11 November 2023 - 17:46 WIB
Sekitar pukul 6 pagi waktu setempat (4 pagi GMT), listrik padam total di rumah sakit, sehingga pasien yang menggunakan alat bantu hidup berisiko tinggi meninggal setiap saat.
Baca juga: Cari Alasan Pembenar, Israel Tuding Hamas Sembunyikan Sandera di Bawah RS Al-Shifa Gaza
Juga tidak ada air, tidak ada makanan dan internet di dalam rumah sakit.
“Kami mencoba segala cara untuk menghidupkan kembali generator, tetapi tidak berhasil,” ungkap Abu Mouth kepada MEE.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan satu bayi prematur yang ditempatkan di inkubator telah meninggal.
“Sebanyak 39 bayi lainnya menghadapi nasib yang sama dalam beberapa jam mendatang jika aliran listrik tidak segera pulih,” ungkap peringatan dokter di rumah sakit itu.
Kurangnya tenaga juga mempengaruhi puluhan pasien yang membutuhkan alat bantu hidup. Setidaknya satu orang telah meninggal karena ventilator berhenti bekerja.
Baca juga: Cari Alasan Pembenar, Israel Tuding Hamas Sembunyikan Sandera di Bawah RS Al-Shifa Gaza
Juga tidak ada air, tidak ada makanan dan internet di dalam rumah sakit.
“Kami mencoba segala cara untuk menghidupkan kembali generator, tetapi tidak berhasil,” ungkap Abu Mouth kepada MEE.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan satu bayi prematur yang ditempatkan di inkubator telah meninggal.
“Sebanyak 39 bayi lainnya menghadapi nasib yang sama dalam beberapa jam mendatang jika aliran listrik tidak segera pulih,” ungkap peringatan dokter di rumah sakit itu.
Kurangnya tenaga juga mempengaruhi puluhan pasien yang membutuhkan alat bantu hidup. Setidaknya satu orang telah meninggal karena ventilator berhenti bekerja.
Lihat Juga :