7 Fakta Mengejutkan Nasrallah, Pemimpin Hizbullah yang Berani Melawan Israel
Senin, 06 November 2023 - 14:11 WIB
Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah memperoleh roket dengan jangkauan lebih jauh, yang memungkinkan kelompok itu menyerang Israel utara.
Setelah Israel menderita banyak korban selama 18 tahun pendudukannya di Lebanon selatan, Israel menarik pasukannya pada tahun 2000, yang meningkatkan popularitas Hizbullah di wilayah tersebut, dan memperkuat posisi Hizbullah di Lebanon.
Lantaran jadi pendukung Assad, Hizbullah dilaporkan menerima pasokan senjata dari Suriah yang semakin memperkuat kelompok milisi Lebanon tersebut.
Dia bersekolah di sekolah al-Najah dan kemudian di sekolah umum di lingkungan Sin el Fil Beirut yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.
Pada 1975, Perang Saudara Lebanon memaksa keluarga Nasrallah pindah ke rumah leluhur mereka di Bazourieh, tempat Nasrallah menyelesaikan pendidikan menengahnya di sekolah umum Sour.
Selama bersekolah, dia sempat bergabung dengan Gerakan Amal, sebuah kelompok politik Syiah Lebanon.
Nasrallah juga belajar di seminari Syiah di kota Baalbek di Lembah Beqaa. Sekolah tersebut mengikuti ajaran Ayatollah Mohammad Baqir al-Sadr, ulama kelahiran Irak yang mendirikan gerakan Dawa di Najaf, Irak, pada awal 1960-an.
Pada 1976, dalam usia 16 tahun, Nasrallah melakukan perjalanan ke Irak di mana dia diterima di seminari Ayatollah al-Sadr di Najaf.
Al-Sadr mengenali kualitas Nasrallah dan mengatakan "Aku mencium aroma kepemimpinan dalam dirimu; kamu adalah salah satu Ansar [pengikut] Mahdi...".
Setelah Israel menderita banyak korban selama 18 tahun pendudukannya di Lebanon selatan, Israel menarik pasukannya pada tahun 2000, yang meningkatkan popularitas Hizbullah di wilayah tersebut, dan memperkuat posisi Hizbullah di Lebanon.
3. Pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad
Pada 2013, Hizbullah melibatkan diri dalam Perang Saudara Suriah. Nasrallah dan anak buahnya membela rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dari kelompok oposisi dan kelompok ekstremis yang ingin menggulingkannya.Lantaran jadi pendukung Assad, Hizbullah dilaporkan menerima pasokan senjata dari Suriah yang semakin memperkuat kelompok milisi Lebanon tersebut.
4. Pernah Diusir dari Irak
Nasrallah lahir sebagai anak kesembilan dari sepuluh bersaudara dalam keluarga Syiah di Bourj Hammoud, Distrik Matn, Beirut. Meski keluarganya tidak terlalu religius, Nasrallah tertarik pada studi teologi.Dia bersekolah di sekolah al-Najah dan kemudian di sekolah umum di lingkungan Sin el Fil Beirut yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.
Pada 1975, Perang Saudara Lebanon memaksa keluarga Nasrallah pindah ke rumah leluhur mereka di Bazourieh, tempat Nasrallah menyelesaikan pendidikan menengahnya di sekolah umum Sour.
Selama bersekolah, dia sempat bergabung dengan Gerakan Amal, sebuah kelompok politik Syiah Lebanon.
Nasrallah juga belajar di seminari Syiah di kota Baalbek di Lembah Beqaa. Sekolah tersebut mengikuti ajaran Ayatollah Mohammad Baqir al-Sadr, ulama kelahiran Irak yang mendirikan gerakan Dawa di Najaf, Irak, pada awal 1960-an.
Pada 1976, dalam usia 16 tahun, Nasrallah melakukan perjalanan ke Irak di mana dia diterima di seminari Ayatollah al-Sadr di Najaf.
Al-Sadr mengenali kualitas Nasrallah dan mengatakan "Aku mencium aroma kepemimpinan dalam dirimu; kamu adalah salah satu Ansar [pengikut] Mahdi...".
Lihat Juga :