Arab Saudi Marah setelah Menteri Israel Serukan Gaza Dibom Nuklir

Senin, 06 November 2023 - 09:37 WIB
Perang besar antara Israel dan Hamas pecah sejak 7 Oktober lalu. Hingga kini, sudah lebih dari 9.700 warga Palestina tewas dibombardir Israel di Gaza dengan lebih dari 4.000 di antaranya adalah anak-anak.

Perang ini dimulai setelah Hamas—kelompok perlawanan Palestina yang berkuasa di Gaza—meluncurkan serangan besar ke Israel pada 7 Oktober, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa. Lebih dari 1.400 orang tewas dan ratusan lainnya diculik selama serangan tersebut.

PM Netanyahu mengatakan negaranya sedang berperang dan telah memutus pasokan makanan, bahan bakar, listrik, dan obat-obatan ke Gaza.

Israel telah mengerahkan 360.000 tentara cadangan untuk serangan darat ke wilayah kantong Palestina yang memiliki populasi sekitar 2,3 juta jiwa tersebut.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan stasiun radio Israel; Kol Barama, Eliyahu mengatakan dia tidak puas dengan skala respons militer Israel di Gaza sebagai pembalasan terhadap Hamas.

Menanggapi hal ini, tuan rumah acara bertanya apakah menteri tersebut mungkin mendukung penggunaan "sejenis bom nuklir" di wilayah Gaza "untuk membunuh semua orang."

“Itu salah satu pilihan,” jawab Eliyahu.

Kantor Netanyahu menyebut komentar Eliyahu tidak sesuai dengan kenyataan dan mengeklaim bahwa pasukan Israel berupaya untuk menyelamatkan "non-kombatan" di Gaza selama konflik, meskipun jumlah korban tewas di Palestina terus meningkat, sehingga memicu seruan di seluruh dunia untuk melakukan gencatan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!