Tak Cuma Jakarta, Aksi Bela Palestina Juga Terjadi di Washington Hingga Berlin

Minggu, 05 November 2023 - 13:30 WIB
Biden berada di Pantai Rehoboth, Delaware, pada akhir pekan ini dan tidak mengomentari aksi protes tersebut. Dalam percakapan singkat dengan wartawan saat ia meninggalkan Gereja Katolik Roma St. Edmond pada hari Sabtu, ia menyatakan ada kemajuan dalam upaya AS untuk membujuk Israel agar menyetujui jeda kemanusiaan, dan menjawab “ya” ketika ditanya apakah ada kemajuan.

Steve Strauss, seorang warga Baltimore berusia 73 tahun, mengatakan dia adalah salah satu dari banyak orang Yahudi yang memprotes perlakuan Israel terhadap warga Palestina.

“Mereka berusaha membunuh sebanyak mungkin warga Palestina,” kata Strauss. “Saya di sini untuk berdiri dan menjadi suara bagi orang-orang yang tertindas,” ucapnya.

Di Paris, ribuan pengunjuk rasa menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan beberapa di antaranya meneriakkan “Israel Pembunuh!”

Spanduk di truk sound-system di Paris berjalan melalui jalan-jalan yang basah oleh hujan bertuliskan: “Hentikan pembantaian di Gaza.”

Para pengunjuk rasa, banyak yang membawa bendera Palestina, meneriakkan “Palestina akan hidup, Palestina akan menang.”

Para pengunjuk rasa juga menyerang Presiden Prancis Emmanuel Macron dan meneriakkan “Macron, kaki tangan.”

Kepala polisi Paris mengizinkan unjuk rasa dari Republique ke Nation, dua plaza besar di timur Paris, namun berjanji bahwa perilaku apa pun yang dianggap antisemit atau bersimpati pada terorisme tidak akan ditoleransi.



Ribuan warga Prancis turun ke jalan menuntut diberlakukannya gencatan senjata di Jalur Gaza. Foto/AP

Beberapa negara di Eropa telah melaporkan peningkatan serangan dan insiden antisemit sejak 7 Oktober.

Dalam sebuah serangan pada hari Sabtu, seorang penyerang mengetuk pintu seorang wanita Yahudi di kota Lyon, Prancis dan, ketika dia membuka, berkata “Halo” sebelum menikam perutnya dua kali, menurut pengacara wanita tersebut, Stephane Drai, yang berbicara kepada outlet BFM. Dia mengatakan polisi juga menemukan swastika di pintu rumah wanita tersebut.

Baca Juga: Taktik Hamas Berjalan Lancar, 260 Tentara Terluka dalam Invasi Darat ke Gaza

"Wanita tersebut dirawat di rumah sakit dan nyawanya tidak dalam bahaya," kata pengacara tersebut.

Pada rapat umum di London, Kepolisian Metropolitan mengatakan petugasnya melakukan 11 penangkapan, termasuk satu orang atas tuduhan terorisme karena memasang plakat yang dapat memicu kebencian. Kepolisian Inggris telah memperingatkan sebelumnya bahwa mereka juga akan memantau media sosial dan menggunakan pengenalan wajah untuk mengenali perilaku kriminal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!