MBS Ancam Invasi ke Gaza Sangat Berbahaya bagi Timur Tengah

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 15:10 WIB
Gedung Putih telah mengisyaratkan dukungan kuat bagi Israel sejak serangan mematikan Hamas awal bulan ini, dan menanggapi meningkatnya ketegangan dengan pengerahan militer di Timur Tengah. Para pejabat AS mengatakan tindakan tersebut dimaksudkan untuk menghalangi pihak luar mengambil bagian dalam perang Gaza, yang sering kali merujuk pada Iran dan kelompok milisi yang berafiliasi di Irak, Suriah, dan Lebanon.

Selama pembicaraan teleponnya dengan Bin Salman, Biden juga berbicara tentang perlunya “mencegah meluasnya konflik,” dan menunjukkan bahwa “aktor negara dan non-negara” akan berupaya untuk terlibat.

Para pemimpin Arab lainnya juga menyuarakan keprihatinan Bin Salman dalam beberapa hari terakhir. Pada KTT Perdamaian Kairo di Mesir akhir pekan lalu, Raja Abdullah dari Yordania mengatakan dunia harus “segera bekerja” untuk melakukan gencatan senjata, dan memperingatkan akan “bencana kemanusiaan yang akan mendorong seluruh wilayah kita ke jurang yang dalam.”

Meskipun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejauh ini telah menunda serangan darat skala penuh di Gaza, Menteri Pertahanan Yoav Gallant telah menguraikan rencana tiga tahap untuk melenyapkan Hamas dan membentuk “rezim keamanan” baru di wilayah Palestina, dimulai dengan serangan udara dan diikuti dengan “manuver” di darat.

IDF telah mengerahkan 360.000 tentara cadangan untuk persiapan serangan tersebut, dan telah menggempur Gaza dengan serangan udara setiap hari selama hampir tiga minggu. Lebih dari 1.400 warga Israel telah terbunuh dalam kekerasan terbaru ini, selain lebih dari 7.000 warga Palestina.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!