Hamas Diduga Gunakan Senjata Korut, Bisa Kacaukan Perang Darat Israel di Gaza
Senin, 23 Oktober 2023 - 12:22 WIB
Stutzriem menggarisbawahi bahwa meskipun senjata-senjata tersebut mungkin bukan “pengubah permainan” bagi kelompok Hamas, potensi signifikansinya bergantung pada jumlah senjata Korea Utara yang dirahasiakan, seperti sistem anti-tank, yang dimiliki Hamas.
Pyongyang, melalui kantor berita KCNA, membantah persenjataannya terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Namun sebuah surat kabar pemerintah Korea Utara itu menerbitkan sebuah artikel yang menyalahkan Israel atas “tindakan kriminal yang terus-menerus terhadap rakyat Palestina".
Stutzriem mengatakan penemuan persenjataan Korea Utara yang dimiliki kelompok militan seperti Hamas seharusnya tidak mengejutkan.
“Korea Utara telah lama melakukan penjualan senjata ilegal,” kata Stutzriem.
“Komunitas intelijen telah mengamati hal ini selama beberapa dekade, sejak awal tahun 1990an. Cara rezim ini meningkatkan pendapatan adalah dengan menjual sebagian besar, hampir seluruhnya ke negara-negara yang menentang negara-negara demokrasi sekutunya di dunia," paparnya.
Menurut Stutzriem, kemungkinan besar Iran memfasilitasi pengadaan senjata-senjata tersebut.
Menurut Dewan Keamanan PBB, Pyongyang memiliki sejarah menjual rudal dan berbagi teknologi nuklir dengan negara-negara seperti Mesir, Iran, Libya, Suriah, dan Uni Emirat Arab.
Pada tahun 2009, Israel melaporkan sebuah pesawat kargo Korea Utara yang disita di Thailand sedang dalam perjalanan ke Hamas dan Hizbullah, membawa lebih dari 35 ton persenjataan, termasuk roket dan RPG.
"Menghentikan rezim mengambil keuntungan melalui penjualan senjata adalah sangat sulit,” kata Bruce Bennett, peneliti internasional/pertahanan di RAND Corporation.
Pyongyang, melalui kantor berita KCNA, membantah persenjataannya terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Namun sebuah surat kabar pemerintah Korea Utara itu menerbitkan sebuah artikel yang menyalahkan Israel atas “tindakan kriminal yang terus-menerus terhadap rakyat Palestina".
Stutzriem mengatakan penemuan persenjataan Korea Utara yang dimiliki kelompok militan seperti Hamas seharusnya tidak mengejutkan.
“Korea Utara telah lama melakukan penjualan senjata ilegal,” kata Stutzriem.
“Komunitas intelijen telah mengamati hal ini selama beberapa dekade, sejak awal tahun 1990an. Cara rezim ini meningkatkan pendapatan adalah dengan menjual sebagian besar, hampir seluruhnya ke negara-negara yang menentang negara-negara demokrasi sekutunya di dunia," paparnya.
Menurut Stutzriem, kemungkinan besar Iran memfasilitasi pengadaan senjata-senjata tersebut.
Menurut Dewan Keamanan PBB, Pyongyang memiliki sejarah menjual rudal dan berbagi teknologi nuklir dengan negara-negara seperti Mesir, Iran, Libya, Suriah, dan Uni Emirat Arab.
Pada tahun 2009, Israel melaporkan sebuah pesawat kargo Korea Utara yang disita di Thailand sedang dalam perjalanan ke Hamas dan Hizbullah, membawa lebih dari 35 ton persenjataan, termasuk roket dan RPG.
"Menghentikan rezim mengambil keuntungan melalui penjualan senjata adalah sangat sulit,” kata Bruce Bennett, peneliti internasional/pertahanan di RAND Corporation.
Lihat Juga :