Putra Pendiri Hamas yang Murtad dan Membelot ke Israel Buka Suara soal Perang Gaza
Senin, 23 Oktober 2023 - 09:53 WIB
"Mereka tidak peduli dengan nasionalisme. Sebenarnya, mereka menentang nasionalisme. Tapi menurut pemahaman saya, mereka menggunakan perjuangan Palestina hanya untuk mencapai tujuan mereka, jadi tujuan jangka panjangnya adalah mentransformasikan Timur Tengah dan dunia menjadi negara Islam," imbuh Yousef.
Namun Yousef mengatakan pelaku sebenarnya di balik layar adalah Iran, yang dikenal sebagai sponsor kelompok Hamas.
“Iran adalah tuan sebenarnya dalam gambaran ini,” kata Yousef.
"Hamas tidak melayani rakyat Palestina, Hamas melayani Iran. Mereka adalah tuan dari Hamas. Jadi kebohongan mereka tentang nasionalisme, bahwa mereka adalah gerakan nasional...Mereka menggunakan rakyat Palestina sebagai tameng manusia."
“Kita perlu membebaskan Gaza dari Hamas,” lanjut dia. “Israel memberikan manfaat terbesar bagi rakyat Palestina dengan menjatuhkan Hamas.”
Sepak terjang Yousef ini membuat marah keluarganya. Saudara laki-laki Yousef, Ouwais, pernah mencela laporan tentang aktivitasnya, dengan mengatakan: "Itu penuh kebohongan; semuanya bohong."
Ouwais juga mengungkapkan bahwa kontak terakhir antara keluarganya dan Yousef terjadi lebih dari setahun sebelum berita tentang spionasenya muncul.
Sheikh Hassan Yousef ketika saat berada di penjara Israel, tidak lagi mengakui putranya yang berkhianat itu karena menjadi mata-mata Israel.
Namun Yousef mengatakan pelaku sebenarnya di balik layar adalah Iran, yang dikenal sebagai sponsor kelompok Hamas.
“Iran adalah tuan sebenarnya dalam gambaran ini,” kata Yousef.
"Hamas tidak melayani rakyat Palestina, Hamas melayani Iran. Mereka adalah tuan dari Hamas. Jadi kebohongan mereka tentang nasionalisme, bahwa mereka adalah gerakan nasional...Mereka menggunakan rakyat Palestina sebagai tameng manusia."
“Kita perlu membebaskan Gaza dari Hamas,” lanjut dia. “Israel memberikan manfaat terbesar bagi rakyat Palestina dengan menjatuhkan Hamas.”
Sepak terjang Yousef ini membuat marah keluarganya. Saudara laki-laki Yousef, Ouwais, pernah mencela laporan tentang aktivitasnya, dengan mengatakan: "Itu penuh kebohongan; semuanya bohong."
Ouwais juga mengungkapkan bahwa kontak terakhir antara keluarganya dan Yousef terjadi lebih dari setahun sebelum berita tentang spionasenya muncul.
Sheikh Hassan Yousef ketika saat berada di penjara Israel, tidak lagi mengakui putranya yang berkhianat itu karena menjadi mata-mata Israel.
(mas)
Lihat Juga :