PBB Duga Korut Kembangkan Hulu Ledak Nuklir untuk Rudal Balistiknya

Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:07 WIB
DPRK adalah nama resmi Korea Utara. Misi Korea Utara untuk PBB di New York belum bersedia menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut. (Baca: Kim Jong-un: Berkat Senjata Nuklir, Korut Tak Akan Diperangi Musuh )

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan pada pekan lalu bahwa tidak akan ada perang lagi karena senjata nuklir negaranya sudah menjamin keselamatan dan masa depannya meskipun ada tekanan dan ancaman militer dari luar.

Laporan PBB mengatakan satu negara, yang tidak diidentifikasi, menilai bahwa Korea Utara kemungkinan berusaha untuk mengembangkan miniatur untuk memungkinkan penggabungan peningkatan teknologi seperti paket bantuan penetrasi atau berpotensi untuk mengembangkan beberapa sistem hulu ledak.

Korea Utara telah dikenai sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistiknya. Dewan Keamanan PBB juga terus memperkuat sanksi dalam upaya untuk memotong pendanaan program-program tersebut.

Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah bertemu tiga kali sejak 2018, tetapi gagal membuat kemajuan atas permintaan AS agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya . Korut sendiri menuntut sanksi dicabut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!