Siapa Matt Gaetz? Politikus yang Menggulingkan Ketua DPR AS Kevin McCarthy

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 05:25 WIB
Dia akhirnya bergabung dalam perjuangannya dengan tujuh anggota Partai Republik dan seluruh kaukus Demokrat, mendapatkan mayoritas di majelis yang beranggotakan 435 orang. Pemungutan suara menghasilkan 216-210 yang mendukung pemecatan McCarthy.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Amerika seorang ketua DPR dicopot dari jabatannya.

Sebagai ketua DPR, McCarthy memimpin mayoritas Partai Republik di DPR – salah satu dari dua kamar di Kongres AS, yang bertugas mengesahkan undang-undang, membuat alokasi anggaran, dan melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

Namun mayoritas tipis itu membuat setiap suara Partai Republik menjadi semakin penting untuk meloloskan undang-undang. Gaetz dan anggota Partai Republik lainnya telah menggunakan kekuatan tersebut untuk memajukan agenda politik mereka.

3. Loyalis Donald Trump



Foto/Reuters

Jadi bagaimana Gaetz, seorang anggota parlemen berusia 41 tahun dengan pengalaman kurang dari tujuh tahun di DPR, bisa membalikkan keadaan dan melengserkan pemimpinnya?

Gaetz, mantan perwakilan negara bagian Florida, terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2016, tahun yang sama ketika Donald Trump menjabat sebagai presiden. Dia segera menjadi terkenal karena semangatnya membela Trump ketika kontroversi muncul, seperti yang sering terjadi.

Dia juga menganut kebijakan luar negeri yang isolasionis dan menampilkan dirinya sebagai orang yang tidak takut mengganggu sayap tradisional Partai Republik.

Hal ini terlihat pada tahun 2023, ketika Gaetz memperjuangkan penentangan terhadap pencalonan McCarthy sebagai ketua DPR AS. Meskipun McCarthy juga merupakan sekutu Trump, Gaetz menolak mendukungnya sebagai pemimpin DPR, sehingga memerlukan 15 putaran pemungutan suara sebelum ketua DPR terpilih.

Gaetz mengatakan keluhan utamanya terhadap McCarthy adalah kegagalan mantan ketua parlemen tersebut dalam membagi anggaran federal menjadi beberapa undang-undang untuk mengendalikan pemerintahan.

Trump sendiri memperkuat tren anti kemapanan dalam kampanyenya untuk menjadi presiden, memperkuat statusnya dengan kemenangannya di Gedung Putih.

“Sayap Freedom Caucus terdiri dari banyak anggota junior yang termotivasi untuk mencalonkan diri sesuai citra Trump, dan dengan cara ini, mereka mengambil pendekatan umum, yaitu menciptakan kekacauan dan tontonan media,” ungkap Meredith Conroy, profesor ilmu politik di California State University, San Bernardino, mengatakan kepada Al Jazeera melalui email.

“Ada beberapa anggota Kaukus Kebebasan yang sudah ada sebelum Trump, namun terpilihnya Trump telah menguatkan mereka untuk juga menolak pemerintahan yang sebenarnya.”

4. Berambisi Menjadi Poliikus Berpengaruh



Foto/Reuters

Namun Cayton, profesor ilmu politik, yakin motif Gaetz lebih dari sekadar pernyataan publiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!