Ukraina: Wagner Tanpa Progozhin Bukan Ancaman Serius
Sabtu, 30 September 2023 - 09:18 WIB
Pernyataan ini tidak bisa diverifikasi secara independen.
Yevlash mengatakan kepada penyiar Ukraina RBC-Ukraina bahwa para pejuang ini berasal dari Belarusia, di mana terdapat sekitar 8.000 tentara bayaran Wagner yang tinggal di pengasingan di sebuah kamp militer di sana dan melatih militer negara tersebut. Kamp tersebut dibubarkan karena beberapa pejuang Wagner dikirim ke Afrika – tempat Wagner memiliki basis yang mendukung beberapa pemerintah – dan yang lainnya didorong untuk menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan Rusia.
"Dalam melakukan hal ini, para pejuang kembali ke Ukraina untuk berpartisipasi dalam operasi tempur, baik sebagai instruktur dan personel militer,” terang Yevlash.
“Namun, mereka tidak akan menimbulkan ancaman signifikan seperti sebelumnya karena mereka tidak memiliki pemimpin, Prigozhin. Orang-orang ini memang termasuk yang paling terlatih di tentara Rusia, namun mereka tidak akan menjadi pengubah permainan," imbuhnya seperti dikutip dari Insider, Sabtu (30/9/2023).
Analis konflik di Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga pemikir berbasis di Washington yang memantau perang dengan cermat, mencatat bahwa pasukan Wagner dikerahkan ke Bakhmut, sebuah kota di Ukraina timur tempat tentara bayaran bertempur selama berbulan-bulan dengan korban jiwa yang sangat besar.
Mereka merebut kota itu pada bulan Mei, namun di tengah kampanye berdarah tersebut menyebabkan ketegangan antara Wagner dan militer reguler Rusia, yang pada akhirnya mengarah pada pemberontakan.
Baca Juga: Ukraina: Tentara Wagner Kembali ke Garis Depan
Yevlash mengatakan kepada penyiar Ukraina RBC-Ukraina bahwa para pejuang ini berasal dari Belarusia, di mana terdapat sekitar 8.000 tentara bayaran Wagner yang tinggal di pengasingan di sebuah kamp militer di sana dan melatih militer negara tersebut. Kamp tersebut dibubarkan karena beberapa pejuang Wagner dikirim ke Afrika – tempat Wagner memiliki basis yang mendukung beberapa pemerintah – dan yang lainnya didorong untuk menandatangani kontrak dengan kementerian pertahanan Rusia.
"Dalam melakukan hal ini, para pejuang kembali ke Ukraina untuk berpartisipasi dalam operasi tempur, baik sebagai instruktur dan personel militer,” terang Yevlash.
“Namun, mereka tidak akan menimbulkan ancaman signifikan seperti sebelumnya karena mereka tidak memiliki pemimpin, Prigozhin. Orang-orang ini memang termasuk yang paling terlatih di tentara Rusia, namun mereka tidak akan menjadi pengubah permainan," imbuhnya seperti dikutip dari Insider, Sabtu (30/9/2023).
Analis konflik di Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga pemikir berbasis di Washington yang memantau perang dengan cermat, mencatat bahwa pasukan Wagner dikerahkan ke Bakhmut, sebuah kota di Ukraina timur tempat tentara bayaran bertempur selama berbulan-bulan dengan korban jiwa yang sangat besar.
Mereka merebut kota itu pada bulan Mei, namun di tengah kampanye berdarah tersebut menyebabkan ketegangan antara Wagner dan militer reguler Rusia, yang pada akhirnya mengarah pada pemberontakan.
Baca Juga: Ukraina: Tentara Wagner Kembali ke Garis Depan
Lihat Juga :