Sekjen NATO: Barat Harus Bersiap untuk Perang Jangka Panjang

Senin, 18 September 2023 - 18:20 WIB
Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, Ukraina telah kehilangan lebih dari 71.000 tentara sejak serangan balasan dimulai pada Juni.

Meskipun tingkat pengurangan jumlah pasukan sangat besar, dengan beberapa unit kehilangan 90% tenaga manusia mereka, menurut sumber Ukraina, Stoltenberg bersikeras NATO akan terus mendorong solusi militer, bukan solusi diplomatik.

“Kita semua mengharapkan perdamaian secepatnya,” ujar Stoltenberg. “Tetapi pada saat yang sama kita harus menyadari: jika Presiden Zelensky dan Ukraina berhenti berperang, negara mereka tidak akan ada lagi. Jika Presiden Putin dan Rusia meletakkan senjata mereka, kita akan mencapai perdamaian.”

Baca juga: Krasukha, Sistem Peperangan Elektronik Baru Rusia yang Tak Tertandingi

Setelah meninggalkan perjanjian damai yang ditengahi Turki pada April lalu, Zelensky mengeluarkan dekrit yang melarang semua negosiasi dengan Rusia.

Selain itu, dia telah berulang kali bersumpah merebut kembali wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, serta Crimea, yang merupakan bekas wilayah Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!