Dahsyatnya Banjir Libya, Mayat-mayat Terdampar di Pantai
Rabu, 13 September 2023 - 21:25 WIB
Di sebuah rumah sakit di Derna pada hari Selasa kemarin, sejumlah mayat yang dibungkus selimut dibaringkan di lantai di koridor atau di luar di trotoar, agar warga dapat mencoba mengidentifikasi mereka.
Mustafa Salem mengatakan tidak ada seorang pun yang ditemukan hidup dari seluruh keluarga besarnya yang tinggal di rumah berdekatan di dekat lembah sungai, di seberang masjid.
“Orang-orang tertidur dan tidak ada yang siap,” katanya kepada Reuters. “Kami kehilangan 30 orang sejauh ini, 30 anggota keluarga yang sama. Kami belum menemukan siapa pun,” ujarnya.
Badan migrasi PBB, Organisasi Internasional untuk Migrasi, mengatakan setidaknya 30.000 orang telah mengungsi di Derna.
“Hal yang paling penting bagi tim pencari adalah kami membutuhkan tas untuk mayat,” Lutfi al-Misrati, direktur tim pencarian, mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara telepon.
Kehancuran terlihat jelas dari titik-titik tinggi di atas Derna, di mana pusat kota yang padat penduduk, yang dibangun di sepanjang dasar sungai musiman, kini menjadi tanah datar berbentuk bulan sabit dengan hamparan air berlumpur yang berkilauan di bawah sinar matahari, seluruh bangunannya tersapu.
Baca Juga: Seberapa Ngerinya Banjir di Libya? 10.000 Orang Dilaporkan Hilang
Saat Reuters sedang dalam perjalanan untuk kembali ke kota pada hari Rabu, konvoi bantuan dan truk yang membawa buldoser terlihat masuk ke kota itu.
Foto-foto satelit kota tersebut sebelum dan sesudah bencana menunjukkan bahwa jalur air sempit yang melewati pusat kota kini menjadi lebar, dan semua bangunan yang berada di sepanjang jalur tersebut telah hilang. Di bagian lain kota, bangunan-bangunan juga tersapu.
Mustafa Salem mengatakan tidak ada seorang pun yang ditemukan hidup dari seluruh keluarga besarnya yang tinggal di rumah berdekatan di dekat lembah sungai, di seberang masjid.
“Orang-orang tertidur dan tidak ada yang siap,” katanya kepada Reuters. “Kami kehilangan 30 orang sejauh ini, 30 anggota keluarga yang sama. Kami belum menemukan siapa pun,” ujarnya.
Badan migrasi PBB, Organisasi Internasional untuk Migrasi, mengatakan setidaknya 30.000 orang telah mengungsi di Derna.
“Hal yang paling penting bagi tim pencari adalah kami membutuhkan tas untuk mayat,” Lutfi al-Misrati, direktur tim pencarian, mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara telepon.
Kehancuran terlihat jelas dari titik-titik tinggi di atas Derna, di mana pusat kota yang padat penduduk, yang dibangun di sepanjang dasar sungai musiman, kini menjadi tanah datar berbentuk bulan sabit dengan hamparan air berlumpur yang berkilauan di bawah sinar matahari, seluruh bangunannya tersapu.
Baca Juga: Seberapa Ngerinya Banjir di Libya? 10.000 Orang Dilaporkan Hilang
Saat Reuters sedang dalam perjalanan untuk kembali ke kota pada hari Rabu, konvoi bantuan dan truk yang membawa buldoser terlihat masuk ke kota itu.
Foto-foto satelit kota tersebut sebelum dan sesudah bencana menunjukkan bahwa jalur air sempit yang melewati pusat kota kini menjadi lebar, dan semua bangunan yang berada di sepanjang jalur tersebut telah hilang. Di bagian lain kota, bangunan-bangunan juga tersapu.
Lihat Juga :