Ukraina Kesal Serangan Balik ke Rusia Dicap Lambat, Minta Pengkritik Tutup Mulut

Jum'at, 01 September 2023 - 08:01 WIB
Kata-katanya muncul setelah Kuleba mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk memasok lebih banyak senjata mematikan ke Kyiv, termasuk rudal jarak jauh, kendaraan lapis baja dan sistem pertahanan udara.

Dia juga memperingatkan bahwa Moskow sedang meningkatkan produksi rudalnya.

“Kita harus menghilangkan kemampuan Rusia untuk memproduksi rudal dan drone. Kami melihat produksinya meningkat, dan mereka menggunakan unsur-unsur Barat, dan suku cadang Barat,” kata Kuleba.

Diplomat Kyiv ini meminta Barat untuk menindak pemasok yang diduga menghindari sanksi yang dijatuhkan Washington dan sekutunya terhadap Moskow.

Kuleba juga secara khusus meminta sistem pertahanan udara negara-negara Barat untuk melindungi apa yang disebutnya sebagai “jalur laut alternatif” yang menyalurkan produk pertanian Ukraina ke pasar luar negeri. Permintaan itu disampaikan setelah Rusia menghentikan partisipasinya dalam kesepakatan gandum yang juga dikenal sebagai Inisiatif Laut Hitam.

Moskow menarik diri dari perjanjian yang ditengahi PBB dan Turki pada bulan Juli, dengan alasan kegagalan negara-negara Barat untuk mencabut sanksi yang menghambat ekspor pertanian Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!