Mantan Menlu Austria Pindah ke Desa Kecil Rusia, Lari dari Ancaman Pembunuhan
Rabu, 09 Agustus 2023 - 11:01 WIB
Baca juga: Bos Wagner Gembira Dapat Memaksa AS Ubah Kebijakan di Niger
Mantan menteri luar negeri itu harus meninggalkan tanah airnya pada tahun 2022 setelah menerima ancaman pembunuhan.
Dia mengatakan kepada Washington Post pada Juli 2022 bahwa dia tidak lagi memberikan wawancara karena keadaan ini.
Setelah menjabat sebagai menteri luar negeri Austria antara 2017 dan 2019, Kneissl dinominasikan untuk posisi di raksasa minyak Rusia Rosneft pada Maret 2021, menjadi wanita pertama di dewan perusahaan.
Dia juga seorang kontributor di RT, menulis opini tentang hubungan Rusia dengan Barat, serta masalah lainnya.
Setelah Uni Eropa (UE) bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi terhadap Moskow atas konflik di Ukraina, Kneissl terpaksa mengundurkan diri dari dewan Rosneft.
Sehari sebelum dia melakukannya, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang menyerukan sanksi pribadi terhadap politisi Eropa yang masih memiliki hubungan dengan bisnis Rusia, dengan Kneissl dan mantan kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, disebutkan namanya.
Mantan menteri luar negeri itu harus meninggalkan tanah airnya pada tahun 2022 setelah menerima ancaman pembunuhan.
Dia mengatakan kepada Washington Post pada Juli 2022 bahwa dia tidak lagi memberikan wawancara karena keadaan ini.
Setelah menjabat sebagai menteri luar negeri Austria antara 2017 dan 2019, Kneissl dinominasikan untuk posisi di raksasa minyak Rusia Rosneft pada Maret 2021, menjadi wanita pertama di dewan perusahaan.
Dia juga seorang kontributor di RT, menulis opini tentang hubungan Rusia dengan Barat, serta masalah lainnya.
Setelah Uni Eropa (UE) bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi terhadap Moskow atas konflik di Ukraina, Kneissl terpaksa mengundurkan diri dari dewan Rosneft.
Sehari sebelum dia melakukannya, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang menyerukan sanksi pribadi terhadap politisi Eropa yang masih memiliki hubungan dengan bisnis Rusia, dengan Kneissl dan mantan kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, disebutkan namanya.
Lihat Juga :